BERKAH News24 - Kekeringan memantik kepedulian dan gotong royong. Keluarga besar Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro menginisiasi penggalangan dana mandiri untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Donasi yang dikumpulkan secara sukarela dari para karyawan dan karyawati Dinsos Bojonegoro tersebut diwujudkan dalam bentuk penyaluran air bersih ke sejumlah desa yang mengalami krisis air selama musim kemarau.
Donasi air bersih ini makin menambah pasokan air bersih ke warga terdampak. Pemkab sendiri, melalu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga terus melakukan distribusi air bersih.
Kepala Dinsos Kabupaten Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto mengatakan aksi tersebut lahir dari inisiatif internal pegawai sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih.
“Kegiatan ini murni dari inisiatif teman-teman karyawan dan karyawati Dinsos Bojonegoro. Kami bergotong royong mengumpulkan donasi untuk disalurkan langsung ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih. Harapannya, bantuan ini dapat meringankan beban kebutuhan air sehari-hari bagi warga yang membutuhkan,” ujar Agus.
Menurut dia, bantuan air bersih menjadi salah satu bentuk respons sosial yang dapat dilakukan secara langsung kepada masyarakat. Terlebih, kebutuhan air merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi aktivitas sehari-hari warga. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan menyasar sejumlah titik yang membutuhkan pasokan air bersih.
Pada Sabtu (26/9/2026), bantuan disalurkan ke Dusun Tegaron, Dukuh Kalitengah, Desa Gamongan, Kecamatan Tambakrejo, sebanyak dua tangki atau sekitar 10.000 liter air bersih.
Selanjutnya pada Minggu (27/9/2026), distribusi menyasar Desa Sumur Agung untuk RT 1 dan RT 2 sebanyak dua tangki atau 10.000 liter, serta Desa Bogangin, Kecamatan Sumberrejo, sebanyak satu tangki atau 5.000 liter.
Sementara pada Selasa (29/9/2026), penyaluran direncanakan menjangkau empat desa, yakni Desa Balongcabe, Desa Ngrandu, Desa Kendung, dan Desa Kesongo, masing-masing sebanyak satu tangki dengan kapasitas sekitar 8.000 liter.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya gotong royong untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih selama kondisi kekeringan. Penyaluran dilakukan secara bertahap menyesuaikan titik-titik yang membutuhkan pasokan.
Agus berharap aksi yang dimulai dari lingkungan internal Dinsos tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Semangat berbagi dan gotong royong diharapkan dapat terus tumbuh, sehingga semakin banyak pihak yang tergerak membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Kami berharap apa yang dilakukan teman-teman Dinsos ini bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Semoga juga menjadi pemantik bagi pihak lain untuk bersama-sama membantu warga yang membutuhkan,” pungkasnya.[fif/nn]






