Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Kota Madiun Jadi Tuan Rumah Kick Off Manasik Haji Nasional dan Expo Ekosistem Haji-Umrah 2026

BERKAH News24 – Kota Madiun mengukir sejarah baru dengan terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kick Off Manasik Haji Nasional sekaligus Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026. Gelaran skala nasional pertama di Indonesia ini berlangsung selama tiga hari, 25–27 September 2026, di Stadion Wilis, Kota Madiun, Jawa Timur.

Dibuka secara resmi oleh Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), ribuan umat muslim dan calon jemaah haji dari berbagai wilayah di Jawa Timur memadati lokasi acara di Stadion WilisKota Madiun, Jum'at (25/9/2026).

Expo 2026 ini menghadirkan beragam produk UMKM serta memfasilitasi para pelaku usaha dalam ekosistem haji dan umrah. Selain sebagai wadah edukasi manasik, pemerintah berharap perhelatan ini mampu mendongkrak perekonomian masyarakat lokal.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menyambut hangat kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada Kota Madiun. Menurutnya, acara ini menjadi momentum emas untuk mengenalkan potensi daerah serta keramahan Kota Madiun di kancah nasional.

“Senang sekali, kota kita yang kecil ini dipercaya menjadi tuan rumah pertama kali adanya Expo Haji dan Umrah serta Kick Off Manasik Haji 2026. Pertama kali di Indonesia, di Kota Madiun,” ujar Bagus.

Bagus menegaskan bahwa Pemkot Madiun berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh tamu dan peserta yang hadir. Kehadiran ribuan pengunjung ini dinilai membawa dampak positif bagi pergerakan ekonomi daerah, khususnya para pelaku usaha kuliner dan wisata di Kota Pendekar.

“Ekonominya hari ini saja berapa. Tadi saya lihat bus-busan. Mudah-mudahan nanti habis dari sini ibu-ibu, bapak-bapak ini mampir ke PSC (Pahlawan Street Center), beli jajan lagi. Ya, pokoknya luar biasa,” tambahnya.

Menteri Haji dan Umrah RI, Gus Irfan, menjelaskan bahwa Expo Haji dan Umrah diselenggarakan sebagai langkah strategis pemerintah untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dari penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Salah satunya adalah mendorong penggunaan produk-produk dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan jemaah di Tanah Suci.

Meski demikian, Gus Irfan mengakui adanya sejumlah tantangan, terutama dalam ekspor bahan pangan ke Arab Saudi.

“Untuk membawa makanan ke Saudi ini persyaratannya cukup berat. Yang kedua, situasi geopolitik juga sangat mengganggu, di mana harga-harga transportasi sangat melonjak,” ungkap Gus Irfan.

Oleh karena itu, pemerintah terus memperhitungkan skema distribusi secara rinci agar produk Indonesia tetap dapat bersaing dan masuk ke dalam ekosistem haji secara efisien.

Mengenai Kick Off Manasik Haji Nasional, Gus Irfan menyampaikan bahwa kegiatan ini menandai dimulainya pembinaan manasik yang lebih masif di seluruh daerah di Indonesia. Manasik sejak dini dinilai sangat krusial agar jemaah memahami rukun, wajib, serta tata cara ibadah haji secara mandiri.

Selain itu, pembekalan manasik juga mencakup pemahaman terkait perbedaan pandangan fikih agar tidak memicu perdebatan di antara jemaah saat menjalankan ibadah di Arab Saudi.

Tak kalah penting, aspek kesehatan jemaah menjadi perhatian utama pemerintah. Pemeriksaan kesehatan dilakukan lebih awal sebelum proses pelunasan biaya haji agar jemaah dapat mengantisipasi kondisi fisik mereka sejak dini. Pemerintah menargetkan penurunan angka kematian jemaah haji Indonesia secara signifikan.

“Tahun 2025 yang meninggal ada sekitar 470-an, itu jadi separuh jemaah haji seluruh dunia yang meninggal di Arab Saudi. Kalau tahun 2026 kemarin kita tekan sekitar 350 jemaah. Karena itu persiapan kesehatan bagian yang sangat penting,” tegas Gus Irfan.

Di sela-sela acara, Kementerian Haji dan Umrah juga membeberkan progres persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027 bersama DPR RI. Komponen pembiayaan untuk hotel dan akomodasi telah disepakati, sementara pembiayaan transportasi udara masih dalam tahap negosiasi.

Pemerintah terus berupaya melakukan penyesuaian harga penerbangan antara maskapai Garuda Indonesia (yang menawarkan kisaran Rp38 juta) dan Saudia Airlines (sekitar Rp42 juta) untuk jatah pengangkutan 200.000 jemaah dengan porsi masing-masing 50 persen.

Selama penyelenggaraan acara di Stadion Wilis, interaksi hangat terjadi antara pengunjung dan para pelaku usaha. 

Ami, salah satu peserta expo dari agen travel Panglima Ekspres Surabaya, mengapresiasi tinggi gelaran ini. Ia berharap ajang ini dapat memperkuat sinergi pelaku usaha dalam memberikan pelayanan terbaik dan kemudahan bagi masyarakat yang berniat menunaikan ibadah ke Tanah Suci.(as/BN24)

close
Pasang Iklan Disini