BERKAH News24 – Pemerintah Kabupaten Madiun terus berkomitmen mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian perempuan di wilayahnya. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pembukaan Pelatihan Keterampilan Vokasi dan Kewirausahaan bagi Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) serta Lembaga Organisasi Perempuan Kabupaten Madiun yang digelar di Pendopo Muda Graha, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas PPKB dan PPPA, serta sejumlah Kepala OPD terkait. Turut hadir Penasihat Utama GOW Kabupaten Madiun Erny Hari Wuryanto, Ketua GOW Kabupaten Madiun Fitria Purnomo Hadi, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Madiun, Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Madiun atau yang mewakili, serta para peserta pelatihan dari unsur perempuan kepala keluarga dan perwakilan organisasi perempuan.
Dalam sambutannya, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pelatihan yang diinisiasi oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, terlebih di tengah tantangan efisiensi saat ini.
“Ini kegiatan yang luar biasa yang dilakukan oleh Gabungan Organisasi Wanita dalam rangka memperkuat ekonomi keluarga. Harapan kami, dengan kondisi yang saat ini, di era efisiensi ini betul-betul perempuan juga bisa berdaya membantu ekonomi keluarga,” ungkap Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa peningkatan kapasitas tidak boleh berhenti pada sesi pelatihan semata, melainkan harus dibarengi dengan keberlanjutan pendampingan usaha. Pemerintah Kabupaten Madiun siap menerjunkan perangkat daerah terkait untuk mengawal para peserta hingga mampu membangun dan mengelola usaha secara mandiri.
“Nanti dari teman-teman... kita hadirkan juga dari Dinas Koperasi dan UMKM, supaya nanti dia bisa memberikan pendampingan di dalam kegiatan usaha mereka,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PPKB dan PPPA Kabupaten Madiun, Hendro Suwondo, menjelaskan bahwa sasaran utama pelatihan ini adalah para perempuan yang memegang peran ganda sebagai ibu sekaligus pencari nafkah utama keluarga—baik karena kondisi perceraian, suami yang tidak bekerja, maupun faktor pendukung lainnya.
Materi yang diberikan dirancang secara komprehensif, mencakup keterampilan praktik pembuatan produk bernilai jual hingga manajemen pengelolaan usaha. Pemerintah hadir memberikan fasilitas penuh agar para peserta mendapatkan bekal pengetahuan serta keterampilan teknis yang siap diaplikasikan.
Melalui sinergi pelatihan, pendampingan lintas sektor,
dan penguatan jejaring usaha ini, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap para
perempuan kepala keluarga dapat semakin mandiri secara finansial. Langkah ini
diharapkan mampu mengubah potensi keterampilan menjadi sumber pendapatan
berkelanjutan demi terwujudnya kesejahteraan keluarga di Kabupaten Madiun.(as/BN24)

.jpeg)
.jpeg)




