BERKAH News24 – Gelaran Student Volleyball League (SVL) resmi digulirkan di Kota Madiun sebagai ajang pembuktian bakat olahraga sekaligus prestasi akademik pelajar. Bertempat di Kota Madiun, kompetisi bola voli antarsekolah ini berlangsung mulai 17 hingga 24 September 2026 atas kolaborasi panitia penyelenggara bersama Tribun Jatim serta Pemerintah Kota Madiun.
![]() |
| Foto : instagram @svl_indonesia |
Panitia penyelenggara SVL, Monike Juniza Pramesti, menyampaikan bahwa kejuaraan ini merupakan edisi perdana yang terbagi dalam dua jenjang kategori utama, yakni Senior Volleyball League untuk tingkat SMA sederajat dan Junior SVL Walikota Cup untuk tingkat SMP.
"Untuk Junior SVL Walikota Cup diikuti oleh 8 tim di Kota Madiun. Secara keseluruhan, total peserta dan official yang terlibat dalam SVL di Zona Barat ini mencapai 644 orang," ujar Monike pada BerkahNews24.com, Jum’at (18/9/2026).
Monike menjelaskan, pelaksanaan SVL dibagi ke dalam dua zona wilayah. Kota Madiun dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Zona Barat, sementara Zona Timur dijadwalkan berlangsung di Kota Surabaya pada 30 September hingga 9 Oktober mendatang.
![]() |
| Foto : instagram @svl_indonesia |
Antusiasme peserta terhadap ajang ini terbilang sangat tinggi. Kuota pendaftaran yang disediakan panitia langsung terpenuhi dengan cepat, hingga memicu banyaknya permintaan penambahan tim untuk gelaran di tahun mendatang.
Terkait kehadiran penonton di arena pertandingan, Monike mengakui bahwa jumlah suporter sangat dipengaruhi oleh jadwal pertandingan. Pertandingan yang digelar pada jam pelajaran sekolah cenderung lebih sepi dibandingkan laga pada sore hari setelah jam pulang sekolah. Panitia berharap ke depan ada dukungan lebih lanjut dari Pemerintah Kota Madiun terkait mobilisasi dan kehadiran penonton untuk menyemarakkan ajang ini.
![]() |
| Pemain Tim Voli Putri SMPN 1 Kota Madiun bersama Panitia SVL 2026, Monike Juniza Pramesti |
Di balik tensi pertandingan di lapangan, SVL mengusung konsep student athlete yang menekankan keseimbangan antara pencapaian non-akademik dan akademik. Panitia memberlakukan tahapan seleksi administrasi (preliminary) yang cukup ketat sebelum atlet bertanding.
"Konsep kami memang akademis dan non-akademis harus berjalan seimbang. Sebelum bertanding ada alur preliminary di mana rapor peserta dicek terlebih dahulu; tidak boleh ada nilai di bawah 75. Tujuannya agar anak-anak tidak hanya fokus pada kegiatan non-akademis saja," tegas Monike.
Ia berharap SVL dapat menjadi wadah motivasi yang
berkelanjutan bagi para pelajar untuk terus mengukir prestasi, baik di dalam
lapangan maupun di dalam ruang kelas.(as/BN24)








