BERKAH News24 — Peribahasa "seperti padi, semakin berisi semakin merunduk" tampaknya sangat tepat untuk menggambarkan sosok Calista Maya Ersandita. Meski telah malang melintang di kancah bola voli nasional hingga internasional, outside hitter muda berbakat asal Kota Madiun ini tetap menunjukkan sikap rendah hati saat berpartisipasi dalam laga tingkat desa/kelurahan di daerah asalnya.
![]() |
| Calista Maya Ersandita |
Pevoli kelahiran 8 Mei 2008 yang memperkuat klub Proliga Bandung BJB Tandamata serta Timnas Voli Putri Indonesia U-21 tersebut tampil tanpa canggung. Kehadirannya di lapangan lokal justru menyedot perhatian warga dan penonton setempat. Kendati berlaga di level antardesa, atlet yang pernah membela timnas di ajang Asian Youth Games ini tetap menunjukkan kualitas serta profesionalisme tinggi di setiap jengkal permainannya.
Aksi spike tajam dan performa memukaunya di lapangan tak mengurangi keramahannya di luar area pertandingan. Usai laga, Calista dengan senyum sumringah melayani ajakan foto bersama dari para penonton dan penggemar lokal yang antusias menyambut kepulangannya.
![]() |
| Calista Maya Ersandita saat bermain untuk Tim Voli Putri Kelurahan Winongo dalam turnamen Gajah Cup 2026 |
Saat ditemui usai pertandingan, atlet bertinggi badan 170 cm ini mengaku senang bisa kembali ke kampung halaman dan bertanding tanpa ada kendala.
"Alhamdulillah tidak ada kendala ya. Ya, kebetulan ini sedang pulang (ke Madiun)," ujar Calista ramah saat ditanya mengenai kegiatannya di sela-sela jadwal kompetisi.
Dalam kesempatan tersebut, pevoli muda yang telah mengasah bakatnya sejak usia PAUD bersama klub lokal PDAM Madiun dan Ganesha Ponorogo ini turut memberikan motivasi bagi para pevoli muda di daerah agar tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.
"Pesan-pesannya untuk adik-adik, rajin-rajin latihan saja sih. Harapannya ke depan, semoga bisa perform-nya lebih baik lagi dari sekarang," pungkasnya.
Perjalanan karier putri pasangan Saptono Ashari dan Devine Restu Wardani ini memang terbilang mentereng di usia muda.
Sejak dinobatkan sebagai Pemain Terbaik pada pertandingan eksebisi tahun 2019 di Bantul hingga berhasil menembus jajaran pemain elit Proliga di usia 15 tahun, Calista terus membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk mengukir prestasi setinggi langit tanpa melupakan akar daerah asalnya.(as/BN24)








