BERKAH News24 — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk menjalankan pembangunan daerah berbasis kebutuhan langsung dari masyarakat (bottom-up). Hal ini disampaikan oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah dalam acara dialog interaktif "Sapa Bupati" edisi VI yang digelar di Pendopo Malowopati Bojonegoro, Kamis (3/9/2026).
Mengusung tema “Menata Kota, Memudahkan Warga”, kegiatan ini menghadirkan transparansi tata kelola pemerintahan dengan merespons langsung belasan aspirasi dan aduan warga.
"Pembangunan yang dilakukan Pemkab Bojonegoro bertumpu pada satu komitmen yaitu berangkat dari keresahan dan keinginan masyarakat, bukan dari keinginan pejabat. Karena perencanaan berbasis keinginan masyarakat akan besar manfaatnya," tegas Bupati Setyo Wahono.
Dalam dialog tersebut, terdapat sekitar 13 aspirasi yang disampaikan secara terbuka, mencakup persoalan infrastruktur, tata kota, lalu lintas, hingga program kesejahteraan seperti bantuan UMKM, program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri), dan beasiswa.
Risman Edi Satria, warga Desa Pungpungan, mengusulkan agar taman di bundaran dikurangi karena mengganggu manuver kendaraan besar. Bupati Wahono menyambut baik dan menyatakan telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengecilkan ukuran bundaran di jalur nasional tersebut dengan tetap mempertahankan tugu ikoniknya.
Menanggapi kekhawatiran pengamat tata kota Jefri Mubarok terkait nasib ratusan UMKM di jalur lama, Bupati menjelaskan bahwa Pemkab telah menyiapkan pengembangan kawasan ekonomi baru di jalur Balen - Leran - Ngujo.
Menjawab keprihatinan Najib dari Asosiasi PKL, Pemkab berjanji penataan kota tidak akan menggeser ekonomi kerakyatan. Bupati memastikan penataan kota yang baru akan tetap mengakomodasi tempat berjualan PKL melalui audiensi lanjutan.
Sementara itu, Wakil Bupati Nurul Azizah memaparkan bahwa Pemkab Bojonegoro terus membuka kran komunikasi publik melalui tiga sarana utama: layanan WhatsApp, program Medhayoh, dan SAPA Bupati.
Nurul menambahkan, strategi utama penanganan kemiskinan fokus pada pengurangan beban pengeluaran sekaligus peningkatan pendapatan warga.
Acara ditutup dengan pencerahan pentingnya gotong royong dalam membangun daerah.
"Kita berdua tidak bisa membangun Bojonegoro tanpa adanya sinergi dari seluruh lapisan masyarakat," pungkas Bupati Setyo Wahono.(*)






