Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Batik Rangsang Lumajang Tampil di Batik in Motion 2026, Bidik Pasar Fesyen Lebih Luas

BERKAH News24 - Batik Rangsang didorong semakin berkembang sebagai produk fesyen bernilai tambah. Supaya dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi perajin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui keikutsertaan Lumajang dalam Batik in Motion 2026 di Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, pada 4–6 September 2026.

Dalam gelaran tersebut, empat model menampilkan busana berbasis Batik Rangsang yang dipadukan dengan rancangan NK Haute Couture.

Kolaborasi motif lokal dengan desain kontemporer tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan karakter Batik Lumajang sekaligus menunjukkan potensi produk daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, mengatakan keikutsertaan Lumajang menjadi momentum untuk mempromosikan potensi batik dan ekonomi kreatif melalui karya yang kreatif dan berkarakter.

“Batik Lumajang punya karakter sendiri. Yang ingin kami dorong adalah bagaimana karakter itu tetap terlihat, tetapi bisa dikemas dengan cara yang lebih kreatif dan mengikuti perkembangan fesyen,” ujarnya.

Menurut Dewi, batik memiliki peluang dikembangkan tidak hanya sebagai kain atau busana tradisional, tetapi juga menjadi produk fesyen yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi.

“Batik bukan hanya untuk dilestarikan, tetapi juga harus terus digunakan dan dikembangkan. Dengan begitu, perajin dan pelaku usaha juga memiliki peluang untuk tumbuh,” katanya.

Penampilan Batik Rangsang dengan sentuhan rancangan NK Haute Couture memperlihatkan bagaimana identitas lokal dapat dipadukan dengan desain fesyen modern tanpa menghilangkan karakter batik.

Pendekatan tersebut sekaligus membuka ruang promosi bagi perajin dan pelaku UMKM. Produk yang selama ini berkembang di daerah memiliki kesempatan dikenal masyarakat di luar Lumajang maupun pelaku industri kreatif.

“Harapannya bukan hanya tampil di panggung. Setelah kegiatan ini, jejaringnya bisa terus berjalan dan membuka kolaborasi baru,” ujar Dewi.

Menurutnya, jejaring menjadi salah satu unsur penting dalam pengembangan produk lokal. Perajin membutuhkan ruang promosi, desainer membutuhkan bahan dan karakter lokal, sedangkan UMKM memerlukan akses pasar yang lebih luas.

Batik in Motion 2026 juga menjadi ruang pertemuan bagi pelaku batik, fesyen, UMKM, dan ekonomi kreatif dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Kolaborasi lintas daerah diharapkan membuka peluang pertukaran gagasan, pengembangan desain, promosi bersama, hingga kerja sama yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha.

Dewi menilai pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi batik perlu berjalan beriringan. Inovasi desain, peningkatan kualitas, penguatan kemampuan perajin, serta promosi menjadi bagian penting agar produk lokal mampu bertahan dan berkembang.

“Kami ingin batik tetap punya identitas, tetapi juga bisa mengikuti zaman. Jadi budaya tetap terjaga, sementara nilai ekonominya juga bisa berkembang,” tuturnya.

Ia berharap sinergi Dekranasda kabupaten dan kota seluruh Jawa Timur terus diperkuat, terutama dalam pelestarian budaya, pengembangan industri batik, serta promosi produk UMKM.

close
Pasang Iklan Disini