BERKAH News24 — Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Madiun bersama menggelar Lomba Cipta Menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Lokal Hasil Pemanfaatan Tanah Pekarangan (PTP) untuk balita di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Pokja 3 TP PKK Kabupaten Madiun, melalui program Aku Hatinya PKK (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman) guna memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mengoptimalkan potensi pekarangan rumah sebagai sumber gizi balita.
Acara yang diikuti oleh perwakilan dari 15 kecamatan se-Kabupaten Madiun ini dihadiri Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Kepala Dinas PMD Kabupaten Madiun, jajaran Ketua Bidang 1 hingga 4 TP PKK Kabupaten Madiun, Ketua TP PKK Kecamatan, tim juri, peserta, serta para tamu undangan.
Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, menegaskan bahwa perlombaan ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan memasak, melainkan ruang edukasi dan inovasi bagi para kader PKK.
Melalui kegiatan ini, kader diajak membuktikan bahwa bahan pangan lokal di sekitar rumah mampu diolah menjadi menu PMT yang lezat, menarik, dan kaya gizi.
"Anak-anak merupakan aset bangsa yang paling berharga. Menyiapkan generasi emas yang cerdas, sehat, dan bebas dari stunting adalah tanggung jawab kita bersama," ujar Erni.
Erni menyampaikan bahwa tantangan utama saat ini terletak pada cara mengolah kekayaan pangan lokal—seperti umbi-umbian, sayuran hijau, buah-buahan, telur, hingga hasil budidaya ikan—menjadi hidangan menarik yang disukai oleh balita.
Guna memberikan dampak berkelanjutan, Erni berpesan kepada seluruh Ketua TP PKK tingkat kecamatan, hingga desa dan kelurahan untuk gencar mensosialisasikan pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan sebagai pemenuh gizi keluarga.
Secara khusus, ia meminta agar resep-resep pemenang dalam lomba ini disebarluaskan dan diaplikasikan langsung sebagai menu PMT di posyandu-posyandu wilayah Kabupaten Madiun.
"Kepada seluruh peserta lomba, tunjukkan
kreativitas, inovasi, dan cinta kasih seorang ibu dalam setiap hidangan yang
disajikan. Bagi saya, setiap peserta lomba ini adalah pemenang sejati dalam
perjuangan melawan stunting di Kabupaten Madiun," tegasnya.(as/BN24)

.jpeg)
.jpeg)




