BERKAH News24 - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bojonegoro terus mendorong peran kader dan masyarakat dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah. Hal tersebut dilakukan melalui Kunjungan Kerja Terpadu dan Pembinaan Administrasi TP PKK Kabupaten Bojonegoro pada Selasa (11/8/2026) di Desa Semenkidul, Kecamatan Sukosewu, Tahun 2026.
“Kegiatan ini untuk silaturahmi, melihat langsung praktik baik yang ada di Semenkidul dan mempererat pengkaderan kita,” ujar Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono.
Dalam kunjungan tersebut, TP PKK Bojonegoro juga memberikan perhatian terhadap pengelolaan sampah yang dilakukan masyarakat. Sampah rumah tangga maupun sampah yang dihasilkan dari berbagai kegiatan masyarakat, termasuk saat Car Free Day (CFD), dinilai memiliki potensi untuk dikelola sehingga memberikan nilai ekonomi.
“Pilah sampah yang bernilai ekonomi. Tentu setiap hari ada sampah, dan pada saat CFD juga banyak sampah. Di sini ada MAPAK (Emak-emak Berdampak) yang mengelola sampah. Ini bisa kita inisiasi dari sampah rumah tangga dan dikembangkan menjadi kerajinan,” jelasnya.
Selain itu, Cantika juga menyampaikan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X TP PKK serta program prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Transformasi gerakan PKK saat ini diarahkan agar semakin berbasis data, sehingga program yang dijalankan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Ia mencontohkan, data mengenai jumlah anak stunting, anak tidak sekolah, pernikahan dini, hingga kondisi keluarga dapat menjadi dasar dalam menentukan intervensi program PKK.
“Transformasi gerakan PKK bekerja sesuai data. Misalnya berapa anak stunting, anak putus sekolah, pernikahan dini, dan lainnya. Selain itu, kita juga melakukan penguatan kelembagaan PKK agar administrasinya tertib,” tambahnya.
Selain pengelolaan sampah dan penyampaikan hasil Rakernas, TP PKK Bojonegoro juga terus mendorong pengembangan program GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri). Program ini diarahkan agar setiap keluarga dapat memiliki ayam petelur secara mandiri sebagai salah satu upaya meningkatkan ketahanan dan gizi keluarga.
Sekretaris II TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Anita Andik Sudjarwo, turut memberikan materi terkait pengembangan GAYATRI. Ia menyampaikan bahwa program tersebut memiliki perbedaan dengan bantuan pada umumnya, karena dikembangkan sebagai program kemandirian keluarga.
“Harapannya dapat mengurangi angka kemiskinan di Bojonegoro. PKK turut andil dalam mendukung suksesnya program Pemkab. Maka terinisiasi program pengembangan GAYATRI. Bedanya, pengembangan GAYATRI ini merupakan program mandiri, bukan bantuan, guna meningkatkan gizi keluarga,” terangnya.
Selain GAYATRI dan pengelolaan sampah, Desa Semenkidul juga memiliki sejumlah potensi dan inovasi yang dikembangkan masyarakat. Di antaranya inovasi produk teh telang, teh daun kelor, serta jeruk pamelo yang dikemas menjadi minuman khas.
Pengembangan berbagai potensi tersebut dinilai sejalan dengan isu strategis yang menjadi perhatian dalam Rakernas X PKK tahun 2026, yakni mendorong keluarga dan masyarakat untuk semakin kreatif, mandiri, serta mampu mengembangkan potensi lokal.
Sementara itu, Pokja II TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Sri Qomariyah, memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah. Ia menjelaskan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai alur pengelolaan sampah, mulai dari tempat penampungan sementara hingga tempat pemrosesan akhir.
Masyarakat juga perlu memahami jenis-jenis sampah agar pengelolaannya dapat dilakukan dengan tepat. Di antaranya sampah residu yang tidak dapat didaur ulang maupun digunakan kembali, sampah organik, sampah anorganik, serta sampah bahan berbahaya dan beracun (B3).
“Pemilahan sampah perlu dilakukan sejak dari sumbernya. Dengan mengetahui jenis sampah, masyarakat dapat menentukan mana yang dapat dimanfaatkan kembali, didaur ulang, maupun yang harus masuk sebagai sampah residu,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan Kunjungan Kerja Terpadu dan Pembinaan Administrasi TP PKK Kabupaten Bojonegoro tersebut juga diisi dengan kunjungan lapangan. Rombongan mengunjungi pos pengumpulan sampah Desa Semenkidul dan komunitas arisan sampah MAPAK (Emak-emak Berdampak).
Selain itu, rombongan meninjau sekolah, pengembangan GAYATRI, menyambangi disabilitas di desa setempat, serta kebun jeruk pamelo.
Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Kabupaten Bojonegoro berharap berbagai praktik baik yang telah tumbuh di Desa Semenkidul dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya. Sinergi antara PKK, pemerintah desa, kader, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan keluarga sekaligus mendukung keberhasilan program prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. [ai/nn]






