BERKAH News24 — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun bersama Perum Bulog Cabang Madiun resmi memulai penyaluran Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2026. Kabupaten Madiun menjadi daerah pertama dan perdana di Provinsi Jawa Timur yang menyalurkan bantuan pangan periode ini.
Peluncuran dan penyaluran bantuan disaksikan langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, Kepala Cabang Bulog Madiun Agung Sarianto, jajaran OPD, Muspika Kebonsari, serta warga penerima manfaat di Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Senin (10/8/2026).
Kepala Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto, menjelaskan bahwa secara nasional program jaring pengaman sosial ini menyasar sekitar 22 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Untuk Kabupaten Madiun, bantuan dialokasikan kepada 107.231 KPM.
Setiap KPM menerima jatah 10 kg beras per alokasi bulan. Karena disalurkan sekaligus (dirapel) untuk tiga alokasi, setiap keluarga membawa pulang total 30 kg beras kualitas medium. Total beras yang digelontorkan untuk Kabupaten Madiun mencapai 3.216.930 kg (sekitar 3.216 ton) yang bersumber dari hasil serapan petani lokal.
“Penyaluran di Kabupaten Madiun ini merupakan yang perdana se-Jawa Timur. Di balik setiap kilogram beras yang disalurkan, ada tanggung jawab kami untuk memastikan beras sampai dengan layak konsumsi. Jika ada yang kurang pas kualitas atau timbangannya, segera laporkan lewat kades/pendamping, kami siap ganti dalam 2x24 jam,” tegas Agung.
Adapun total target penyaluran Bulog Cabang Madiun (meliputi Kota Madiun, Kab. Madiun, dan Kab. Ngawi) mencapai 286.362 KPM dengan total beras sekitar 8.000 ton.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengimbau para penerima agar
memanfaatkan bantuan beras ini secara bijak untuk kebutuhan dapur keluarga
sehari-hari.
“Niki alhamdulillah, wujud kehadiran pemerintah supados masyarakat tetap sejahtera. Paseduluran lan bantuan niki dipun agem piyambak, sing penting mboten usah disade (jangan dijual)! Niki damel cadangan pangan di rumah ben adem, tata, lan tenang,” pesan Bupati Hari Wuryanto.
Bupati menambahkan bahwa bantuan pangan ini mencakup sekitar 30% dari total KK di Kabupaten Madiun, yang berfokus pada upaya menekan angka inflasi dan menjaga stabilitas harga beras di pasaran.
“Harapan pemerintah, dengan adanya bantuan ini masyarakat
tidak panik di tengah dinamika kenaikan harga. Kecepatan penyaluran ini juga
berkat koordinasi apik dengan Bulog dan kesiapan pemerintah desa yang sudah
menggunakan sistem pencatatan berbasis aplikasi secara real-time ke pusat,”
tambahnya.(as/BN24)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)




