BERKAH News24 — Terinspirasi keberhasilan pembangunan infrastruktur tanpa membebani anggaran daerah secara langsung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Bali, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Madiun pada Senin (10/8/2026).
Kunjungan ini difokuskan untuk mempelajari implementasi skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) pada sektor Alat Penerangan Jalan (APJ).
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengungkapkan bahwa kondisi kemampuan fiskal daerahnya saat ini tergolong rendah, sementara alokasi belanja daerah cukup tinggi. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur dan pelayanan publik terus meningkat.
Kondisi tersebut menuntut Pemkab Buleleng untuk mencari solusi pembiayaan alternatif yang kreatif agar proyek-proyek vital tetap berjalan tanpa memberikan beban berlebih pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Karena fiskal kami rendah di Bali, dan alokasi belanja cukup tinggi, kami mohon arahan dari Pak Bupati Madiun beserta jajaran terkait implementasi KPBU APJ ini. Harapan kami skema ini nantinya bisa diterapkan juga di Kabupaten Buleleng,” ujar Sutjidra.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas kepercayaan Pemkab Buleleng yang menjadikan Madiun sebagai tempat rujukan studi banding.
Hari Wuryanto menjelaskan bahwa proyek APJ di Kabupaten Madiun menggunakan skema Design - Build - Finance - Operate - Maintenance - Transfer (DBFOMT). Skema ini terbukti mampu memangkas keterbatasan anggaran daerah sekaligus mempercepat penyediaan layanan jalan yang terang bagi masyarakat.
Ia menambahkan, penerangan jalan umum bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan modal penting dalam menurunkan angka kecelakaan, yakni menghilangkan dark spot (titik rawan gelap) di jalanan perkotaan maupun perdesaan. Meningkatkan rasa aman bagi warga saat berkegiatan di malam hari, dan menghidupkan aktivitas ekonomi lokal masyarakat.
“Manfaat KPBU APJ bagi daerah sangat penting, terutama untuk titik-titik rawan gelap yang memicu kecelakaan. Keberhasilan ini tak lepas dari perencanaan matang, regulasi yang kuat, serta sinergi dan komunikasi yang baik,” papar Bupati Madiun.
Bupati Madiun optimistis Buleleng mampu mengadopsi dan
menerapkan skema serupa dengan baik, mengingat Buleleng merupakan salah satu
destinasi wisata unggulan di Bali yang membutuhkan infrastruktur penerangan
optimal.(as/BN24)







