BERKAH News24 - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong pemberdayaan desa, salah satunya melalui peran perempuan. Upaya ini diwujudkan lewat Bimbingan Teknis Program Jatim Puspa Plus yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jatim di Kota Batu, 13–18 April 2026. Program ini menargetkan pengentasan kemiskinan perdesaan yang masih 12,55 persen, atau lebih tinggi dibanding kemiskinan perkotaan sebesar 6,93 persen.
Sebanyak 119 peserta dari aparatur desa, pendamping lapangan, dan perwakilan kecamatan mengikuti bimtek di setiap angkatan. Mereka dibekali strategi pendampingan agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar memberdayakan. Program ini menjangkau 2.328 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 50 desa pada 22 kabupaten
Kepala Bidang PUED DPMD Jatim, Drs. Damin, M.Si, menjelaskan tujuan program. *“Program ini dirancang untuk mengoptimalkan penanggulangan kemiskinan perdesaan melalui kegiatan pemberdayaan bagi KPM dengan memberikan fasilitasi bantuan dan pemberdayaan, serta ketahanan pangan dan ekonomi berjejaring,”* ujarnya.
Setiap KPM menerima stimulan modal usaha berbentuk barang produktif senilai Rp3 juta. Bantuan dapat digunakan untuk budidaya pertanian, ternak, ikan, agribisnis, perdagangan, jasa, atau industri rumah tangga. Semua berdasarkan hasil identifikasi potensi dan kebutuhan usaha KPM.
Sasaran utama adalah perempuan graduasi Program Keluarga Harapan atau dari data Desil 1-2 DTSEN. Usia maksimal 60 tahun dan belum pernah menerima program serupa. Prioritas diberikan pada daerah kantong kemiskinan.
Empat fokus kegiatan dijalankan dalam program ini. *“Program ini difokuskan pada empat kegiatan: mendorong motivasi berusaha, meningkatkan kapasitas usaha, membantu peningkatan pendapatan, serta mengupayakan konektivitas usaha untuk membangun ekonomi berjejaring,”* jelas Damin. Pendamping desa mendapat honorarium Rp150 ribu per KPM.
Kepala Dinas PMD Provinsi Jatim, Ir. Budi Sarwoto, M.M., menekankan pentingnya kemandirian desa. “Penting bagi desa untuk menjadi mandiri dan berdikari, mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam membangun desa, dan mengembangkan inovasi serta teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.
Jawa Timur telah mencatat kemajuan signifikan dengan angka kemiskinan turun menjadi 9,30 persen per September 2025. Jumlah desa mandiri tertinggi nasional mencapai 4.716 desa. Program Jatim Puspa Plus diharapkan memperkuat capaian tersebut.
Pengawasan melibatkan Inspektorat dan partisipasi publik melalui berbagai kanal. Masyarakat dapat menyampaikan saran dan pengaduan di website dan media sosial DPMD Jatim. Program ini diharapkan menciptakan ekonomi desa yang berjejaring dan berkelanjutan.(dil/s)











