BERKAH News24 - Dalam upaya mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai inisiatif nasional yang digagas Presiden Prabowo pada awal tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Madiun meluncurkan Selamat ASRI (Selasa Jum'at ASRI)
Gerakan Selamat ASRI Pemkab Madiun ini secara resmi di launching Bupati Madiun, Hari Wuryanto, di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Jiwan, Jum'at (17/4/2026).
“Ini memang memenuhi visi misi kami dan juga edaran dari Pak Presiden untuk mewujudkan Indonesia ASRI. Kemudian kalau kita kaitkan dengan visi Kabupaten Madiun 'Bersahaja' (Bersih, Sehat, dan Sejahtera), sebenarnya sudah linier,” ujar Bupati Madiun.
Dijelaskan Bupati, untuk Kabupaten Madiun sudah ada Perbup (Peraturan Bupati) untuk pelaksanaan Gerakan Selamat ASRI ini.
“Implementasinya seperti saat ini, ini kebetulan hari Jumat kita launching. Kita berharap di setiap hari Selasa dan Jumat bisa melakukan kegiatan bersih-bersih agar lingkungan kita bersih,” jelasnya.
Gerakan Selamat ASRI yang diluncurkan ini bukan hanya untuk lembaga pendidikan, melainkan sebuah gerakan untuk bisa dilaksanakan secara menyeluruh dan bersama.
“Tadi sudah kami sampaikan, jadi di lingkungan kantor, desa, RT, RW, semuanya harus melakukan itu. Makanya Perbup-nya sudah kami sebarkan ke seluruh pemangku kepentingan yang ada supaya dipahami, kemudian merencanakan dan memprogramkan kegiatan bersih-bersih setiap Selasa atau Jumat,” tambahnya.
Bupati menegaskan, secara berkala akan dilakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Gerakan Selamat ASRI, baik di sekolah, perkantoran, dan lingkungan masyrakat.
“Kami akan selalu bertanya, karena setiap dua minggu sekali kami harus melaporkan hasilnya ke pusat, baik kegiatan yang sudah dilakukan maupun dokumentasinya." Pungkasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Madiun, Agus Sucipto menyampaikan, gerakan Selamat ASRI ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 11 Tahun 2026.
“Kegiatan "Selamat Asri" sebetulnya adalah program strategi nasional. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera menerapkan gerakan ini di semua satuan pendidikan, mulai dari PAUD sampai SMP.
Lanjut Agus, pelaksanaan gerakan "Selamat Asri" ini bukan sebuah kebiasaan baru atau target baru, melainkan maksimalisasi program yang sudah dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun. Sedangkan untuk implementasinya akan disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik sekolah masing-masing.
“Khusus satuan pendidikan memiliki karakteristik yang unik dan berbeda-beda di setiap daerah. Ada sekolah yang lokus geografisnya religius, ada yang visioner dalam hal pemberdayaan UMKM, dan ada juga yang Merujuk ke vokasi. Kami membekali semua satuan pendidikan untuk mengekspresikan dan merealisasikan gerakan “Selamat Asri” sesuai dengan kebutuhan yang ada,” jelasnya.
Untuk memaksimalkan pelaksanaan gerakan Selamat ASRI ini, Dispendikbud Kabupaten Madiun membentuk tim KoBer (Komunikasi Bersahaja) yang akan menyatukan langsung pelaksanaan Selamat ASRI di semua satuan pendidikan.
"Kami membentuk tim yang bernama Tim KOBER (Komunikasi Bersahaja). Tugas tim ini adalah melakukan pemantauan secara melekat dengan inspeksi tempat-tempat tersebut secara berkala. Pemantauan ini merupakan bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan keberhasilan dan efektivitas program," terangnya.
Sementara itu, kegiatan peluncuran Gerakan Selamat ASRI Kabupaten Madiun ini, diawali dengan kegiatan bersepeda oleh Bupati Madiun bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun.
Selanjutnya Bupati beserta rombongan menuju ke SDN Kincang, dan melaksanakan kerja bakti. Dan kemudian menuju ke SMP Negeri 1 Jiwan untuk kembali melaksanakan kerja bakti dan sekaligus peluncuran Gerakan Selamat ASRI.(as/BN24)












