BERKAH News24 - Pelaksanaan kegiatan Bakti Harmoni Madiun Bersahaja (Bahana Bersahaja) di Desa Bancong Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun disambut dengan antusias oleh warga sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatanan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Madiun hadir dengan layanan lengkap untuk administrasi kependudukan. Salah satunya layanan Leladi Sesami (Keliling Melayani Adminduk Setiap Sabtu dan Minggu).
Leladi Sesami adalah program layanan jemput bola dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Madiun.
“Pelayanan jemput bola itu sebetulnya di hari Sabtu dan Minggu karena ini ada event-nya pada hari ini di Bancong, kami siap untuk khususnya warga Kabupaten Madiun dan Desa Bancong untuk khususnya, ujar Sayoga, Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Madiun, ditemui di Desa Bancong Wonoasri Madiun, Rabu (15/4/2026).
Dijelaskannya, layanan yang dihadirkan meliputi perekaman KTP elektronik, KIA (Kartu Identitas Anak), Akta kelahiran, akta kematian, Cetak KTP yang sudah rusak, dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
"Karena ke depannya semua kita harus mengikuti digital, makanya silakan warga Kabupaten Madiun yang belum aktivasi Identitas Kependudukan Digital, silakan segera untuk aktivasi," jelasnya.
Selain Leladi Sesami, Dinas Dukcapil Kabupaten Madiun juga berinovasi melalui program “Sarapan Pecel” (Pelayanan Selesai Sampai di Desa). Yakni layanan administrasi kependudukan yang lebih dekat dengan masyarakat, karena semuanya bisa langsung diselesaikan di desa.
“Sehingga warga Kabupaten Madiun, tidak usah ke Mal Pelayanan Publik maupun ke kantor Dukcapil untuk mengurus Adminduknya. Cukup di desa. Prosesnya juga cepat, langsung jadi, dan gratis. Di desa juga gratis karena kami di bulan Desember yang lalu sudah memberikan Bimtek ke petugas registrasi desa,” tambahnya.
Guna mendukung program “Sarapan Pecel” ini, Dinas Dukcapil Kabupaten Madiun menempatkan satu petugas di masing-masing desa.
“Sehingga ada 206 peserta yang kami Bimtek. Alhamdulillah dengan nilai yang sangat memuaskan, kemarin lulus semua. Sehingga ini sudah saya turunkan pelayanan Adminduk di desa, mendekatikan pelayanan di desa, membahagiakan masyarakat Kabupaten Madiun,” imbuhnya.
Setelah uji coba sekitar dua bulan, inovasi Sarapan Pecel ini rencananya akan diluncurkan pada 27 April 2026 mendatang, oleh Bupati Madiun.
Sementara itu kehadiran layanan Dukcapil Kabupaten Madiun di acara Bahana Bersahaja kali ini, mendapat sambutan positif dari warga Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun.
“Alhamdulillah, ini tadi nampak Dukcapil Kabupaten Madiun diserbu banyak pelamar. Ada yang cetak KTP yang rusak, perekaman KTP elektronik, pergantian status KK, akta kematian, KIA, semua diserbu ini tadi sampai teman-teman juga agak mengirimkan. Antusiasnya sangat bagus sekali di Desa Bancong ini,” tambahnya.
Melalui berbagai inovasi ini Dukcapil Kabupaten Madiun berharap, meningkatkan kesadaran warga Kabupaten Madiun untuk mengurus Adminduknya. Tidak menunggu waktu yang diperlukan atau ada keperluan, baru mencari Adminduk."Sehingga kesadarannya monggo kalau anaknya itu sudah di SLTA, ya monggo KK-nya untuk di-update atau dirubah pendidikannya. Kalau sudah bekerja ya lama untuk segera dirubah sehingga jangan menunggu kalau waktu membutuhkan," harapnya.
Meski telah memiliki banyak inovasi, Dinas Dukcapil Kabupaten Madiun akan terus berusaha mengembangkan dan meningkatkan pelayanan untuk masyarakat Kabupaten Madiun.
“Saya enggak puas sampai sekarang biarpun sudah bagus, kami tetap berusaha akan kami tingkatkan pelayanan-pelayanan Adminduk di Kabupaten Madiun,” tutupnya.(as/BN24).












