BERKAH News24 - Program CERDIG (Cerdas Digital) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi digital generasi muda melalui Pelatihan Dasar-Dasar Produksi Konten Video Pendek bertajuk “Frame by Frame: Crafting Your Signature Visual – Belajar Bareng Jurus Jitu Bikin Konten”. Kegiatan ini digelar secara daring melalui Zoom dan diikuti sekitar 100 siswa-siswi Sekolah Rakyat dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Muhajir S. Aziz, yang membagikan berbagai pengetahuan dasar dalam produksi konten video pendek. Materi yang disampaikan mencakup proses kreatif mulai dari perencanaan ide, teknik pengambilan gambar, hingga proses editing sederhana yang dapat diterapkan oleh para pelajar secara praktis.
Program CERDIG menjadi salah satu upaya strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk mendorong peningkatan kecakapan digital di kalangan generasi muda. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan agar pelajar mampu memanfaatkan teknologi secara positif, produktif, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan media digital.
Dalam sambutan Kepala Diskominfo Jawa Timur yang dibacakan oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Putut Darmawan, disampaikan bahwa di era digital saat ini, konten tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana komunikasi, edukasi, bahkan peluang ekonomi.
“Di era digital, konten bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana komunikasi, edukasi, dan peluang ekonomi. Karena itu, saya berharap adik-adik tidak hanya bisa membuat konten yang menarik, tetapi juga menjadi kreator yang membawa dampak positif. Dengan kreativitas yang baik, kita bisa bersama menciptakan ekosistem digital yang lebih edukatif dan inspiratif,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025, tingkat penetrasi internet pada generasi Z telah mencapai 87,80 persen. Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa generasi muda memiliki akses yang sangat luas terhadap ruang digital, sekaligus menjadi peluang besar untuk berkontribusi secara positif.
Menurutnya, tren konsumsi konten video yang semakin meningkat menjadikan media visual sebagai sarana komunikasi yang efektif. Oleh karena itu, keterampilan dalam memproduksi konten video menjadi kompetensi penting yang perlu dimiliki pelajar, tidak hanya untuk membangun personal branding, tetapi juga sebagai kontribusi dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat.
“Melalui kegiatan CERDIG ini, kami berupaya membekali para siswa dengan keterampilan membuat konten video kreatif sebagai alternatif aktivitas positif. Harapannya, potensi yang dimiliki pelajar dapat diarahkan pada hal-hal produktif sekaligus meminimalisir dampak negatif dari penggunaan media digital yang tidak bijak,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa pelajar saat ini memiliki potensi besar sebagai kreator yang mampu menyebarkan pesan-pesan positif, inspiratif, dan edukatif di ruang digital. Untuk itu, diperlukan pemahaman yang utuh dalam beraktivitas di dunia digital, termasuk kemampuan dalam mengolah konten kreatif secara bertanggung jawab.
Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya diajak memahami aspek teknis produksi video, tetapi juga didorong untuk membangun kesadaran akan pentingnya etika digital dan peran mereka sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, CERDIG diharapkan mampu terus menjadi wadah pembelajaran yang relevan bagi generasi muda Jawa Timur dalam menghadapi tantangan era digital, sekaligus mencetak kreator-kreator muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga berdaya saing dan berdampak positif bagi masyarakat luas. (jal/hjr)











