BERKAH News24 - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian laporan dan rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) atas kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), di Surabaya, Rabu (30/4/2026).
Rapat dipimpin Ketua DPRD Jatim, Drs. H. Musyafak, didampingi Wakil Ketua Sri Wahyuni, serta dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ketua DPRD Jatim, Drs. M. Musyafak, menegaskan agenda ini menjadi bagian penting dalam evaluasi menyeluruh BUMD.
“Rapat paripurna hari ini diselenggarakan dengan satu agenda utama, yaitu penyampaian laporan serta rekomendasi panitia khusus atas hasil pembahasan kinerja BUMD Provinsi Jawa Timur. Agenda ini menjadi dasar perumusan langkah-langkah perbaikan ke depan,” ujarnya.
Juru Bicara Pansus, Abdullah Abu Bakar, menyampaikan bahwa BUMD memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.
"BUMD pada hakikatnya dibentuk sebagai instrumen strategis pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pelayanan publik, serta memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah,” ujarnya.
Namun, Pansus menemukan kontribusi BUMD masih belum merata dan didominasi sektor perbankan, serta masih adanya persoalan pada tata kelola, kinerja, dan pemanfaatan aset.
Melalui laporan tersebut, Pansus juga mendorong pemprov Jawa Timur untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur, mulai dari penguatan sistem kinerja, penataan aset, hingga penyusunan arah kebijakan BUMD ke depan.
Pansus DPRD berharap berbagai rekomendasi yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti, sehingga BUMD mampu berperan optimal sebagai motor penggerak ekonomi daerah. (pca/s)











