Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Dorong Transformasi Digital, Pemkab Madiun Luncurkan Inovasi 'Sarapan Pecel' untuk Layanan Publik Prima

BERKAH News24 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus melakukan lompatan besar dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan melayani. 

Setelah sukses melalui inovasi Senopati (Sistem Online Pelayanan Kependudukan Terintegrasi) dan Leladi Sesami (Keliling Melayani Adminduk Setiap Sabtu dan Minggu), melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Pemkab Madiun resmi memperkenalkan inovasi "Sarapan Pecel" (Sistem Administrasi Kependudukan Terdepan di Pedesaan, Pelayanan Efektif, Cepat dan Langsung Terlayani) sebagai inovasi utama dalam transformasi digital pelayanan publik.

Peluncuran dilaksanakan di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Senin (27/4/2026).

Peluncuran inovasi Sarapan Pecel ini dihadiri langsung oleh perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil), yakni Ahmad Ridwan dan Septiandi Tri Nugroho.

Kehadiran mereka menegaskan dukungan pusat terhadap langkah strategis daerah dalam menerapkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan serta UU Pelayanan Publik.

"Kami ingin menghadirkan perintahan yg bersih dan terpercaya," ujar Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, yang juga Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun.

Inovasi ini menjadi salah satu upaya Pemkab Madiun, dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan publik, pemerintahan cerdas, dantertib administrasi kependudukan.

"Sarapan Pecel bukan sekadar nama, melainkan komitmen kami untuk memberikan layanan langsung dan mudah dijangkau. Kami ingin menghilangkan stigma birokrasi yang berbelit-belit," tambahnya.

Sementara itu Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa inovasi ini selaras dengan visi "Madiun Bersahaja". 

Menurutnya, digitalisasi pelayanan adalah kebutuhan mutlak di era modern untuk meningkatkan efisiensi dan mendekatkan negara kepada masyarakat.

"Kami berkomitmen memaksimalkan pelayanan publik dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara cerdas. Dengan adanya inovasi terbaru 'Sarapan Pecel', kami ingin memberikan layanan yang lebih efisien, memangkas birokrasi yang rumit, dan memastikan layanan benar-benar bersih tanpa biaya," ujar Bupati Hari Wuryanto.

Program "Sarapan Pecel" menjadi jargon sekaligus metode baru dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. 

Inovasi ini dirancang agar warga tidak perlu lagi jauh-jauh mendatangi Mall Pelayanan Publik (MPP) untuk urusan administratif, kecuali untuk kepentingan yang sangat mendesak.

Guna mendukung kelancaran sistem ini, Disdukcapil juga telah melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada seluruh operator di tingkat desa. 

Hal ini memastikan bahwa sistem pelayanan berjalan merata hingga ke lini paling bawah. 

Disdukcapil Kabupaten Madiun juga menegaskan prinsip kerja "tidak mengenal libur" demi menjamin kebutuhan administrasi masyarakat selalu terlayani.

Inovasi ini diharapkan mampu meminimalisir kesalahan dalam data otentik kependudukan. 

"Dengan akurasi data yang lebih baik melalui sistem online terintegrasi ini, kami berharap tidak ada lagi kasus data ganda, termasuk dalam penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat," jelas Bupati.

Langkah digitalisasi ini juga menjadi fondasi kuat bagi Pemkab Madiun dalam meraih predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). 

Dengan sistem yang terintegrasi, transparan, dan bersih, Pemkab Madiun optimistis dapat memberikan pelayanan yang prima, akuntabel, dan tepercaya bagi seluruh lapisan masyarakat.(as/BN24)

close
Pasang Iklan Disini