BERKAH News24 - Nama Sigit Budiarto, S.Sos, M.Si, bukanlah sosok baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madiun.
Pria kelahiran 14 Juni 1975 ini dikenal sebagai birokrat yang kenyang pengalaman dengan dedikasi tinggi di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kini, perjalanan panjang pengabdiannya mencapai puncaknya setelah ia resmi dilantik menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun.
Siapa sangka, sosok yang kini menduduki kursi tertinggi jabatan sipil di Kabupaten Madiun ini adalah putra seorang petani dari Dusun Notopuro, Desa Duren, Kecamatan Pilangkenceng.
Lulusan Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang ini membuktikan bahwa latar belakang sederhana bukan penghalang untuk mengukir prestasi gemilang.
Sebelum menjabat Sekda, Sigit telah melewati berbagai posisi di Pemkab Madiun. Diantaranya pernah menjabat sebagai sekretaris BKD (kini BKPSDM) Kabupaten Madiun. Kepala Bakesbangpoldagri Kabupaten Madiun dan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Madiun.
Ketajaman Sigit dalam berinovasi mulai terlihat mencolok saat menjabat Kepala Bakesbangpol. Ia menginisiasi peluncuran buku Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2020-2021, sebuah instrumen krusial untuk mengukur capaian visi-misi daerah serta menjadi acuan arah kebijakan pembangunan politik dan sosial.
Transformasi besar kemudian ia bawa saat memimpin Dispendukcapil. Di bawah komandonya, semangat "Dispendukcapil Go Digital" meledak. Hasilnya? Dispendukcapil Kabupaten Madiun melejit ke peringkat ke-7 terbaik di Jawa Timur dan masuk 30 besar nasional.
Beberapa layanan fenomenal yang lahir dari tangan dinginnya antara lain LELADI SESAMI (Keliling melayani Adminduk setiap Sabtu dan Minggu), MASMEDI (Layanan kilat 15 Menit Jadi), SENOPATI (Sistem Online Pelayanan Kependudukan Terintegrasi), dan SARAPAN PECEL, Inovasi terbaru (27 April 2026) yang mengintegrasikan administrasi kependudukan langsung hingga ke tingkat pedesaan agar pelayanan lebih cepat dan efektif.
Keseimbangan karier Sigit juga terlihat dari kiprahnya di luar birokrasi. Ia dikenal aktif sebagai pengurus PCNU Kabupaten Madiun serta terlibat dalam kepengurusan Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Madiun, menunjukkan kedekatannya dengan akar budaya dan religiositas masyarakat lokal.
Kepercayaan pimpinan terhadap Sigit kian menguat saat ia ditunjuk sebagai Plt. Sekda pada 1 Desember 2025. Tak lama berselang, pada 15 Desember 2025, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, melantiknya sebagai Penjabat (Pj) Sekda di Pendopo Muda Graha.
"Setelah melalui berbagai tahapan seleksi terbuka dan kompetitif untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Sigit Budiarto akhirnya resmi menyandang amanah sebagai Sekretaris Daerah definitif Kabupaten Madiun."
Dengan pengalaman lapangan yang kuat dan visi digital yang modern, publik kini menanti gebrakan-gebrakan baru dari Sigit Budiarto untuk membawa tata kelola pemerintahan Kabupaten Madiun ke level yang lebih tinggi.(Tim Redaksi/BN24)



.png)









