BERKAH News24 — Pemerintah Kabupaten Madiun resmi memulai rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang berlangsung sejak 4 Oktober dan diproyeksikan mencapai puncaknya pada 22 Oktober mendatang. Pembukaan acara diisi kegiatan ziarah ke makam para Auliya' dan ulama di Kabupaten Madiun.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa ziarah makam ulama dan muassis bukan sekadar tradisi rutin, melainkan sarana tadzkirah (pengingat) akan perjuangan, keikhlasan, dan keilmuan para pendahulu. Menurutnya, para ulama tidak hanya mengajarkan syariat dan tauhid, tetapi juga menanamkan nilai kebangsaan serta cinta tanah air (hubbul wathan minal iman).
Hari Wuryanto juga menyampaikan pentingnya tema HSN 2026, yakni "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". Tema tersebut menggarisbawahi dua peran kunci santri sebagai benteng moral penjaga keutuhan NKRI sekaligus sumber daya manusia (SDM) unggul yang menguasai teknologi, ilmu pengetahuan, dan kewirausahaan.
"Sinergi antara ulama dan umara di Kabupaten Madiun adalah modal utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Madiun tidak dapat berjalan sendiri tanpa bimbingan, doa, dan dukungan dari para kyai serta ulama," ujar Hari Wuryanto.
Bupati Hari Wuryanto menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan seluruh masyarakat dan besarnya kontribusi santri dalam menjaga kondusivitas daerah.
"Ya, alhamdulillah ini kan rangkaian Hari Santri sudah dimulai tanggal 4, nanti insyaAllah sampai puncaknya tanggal 22. Ya mudah-mudahan karena ini hari kita semua, ya kita memeriahkan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan kita bisa meneladani para aulia dan bisa menjaga bangsa dan negara, khususnya Kabupaten Madiun," tuturnya.
Saat ditanya mengenai besarnya peran santri di Kabupaten Madiun, ia menegaskan bahwa keberadaan santri sangat vital bagi daerah.
"Alhamdulillah luar biasa. Dengan banyak santri, insyaAllah Kabupaten Madiun kondusif. Perannya luar biasa, kalau tidak ada santri kita repot sendiri," pungkasnya.(as/BN24)






