BERKAH News24 - Pemerintah Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, melakukan jemput bola pelayanan Kartu Identitas Anak (KIA) dengan mendatangi sekolah dan lembaga pendidikan di desa. Langkah ini dilakukan untuk memperluas cakupan kepemilikan KIA sekaligus memudahkan masyarakat mengurus administrasi kependudukan.
Layanan perdana dilaksanakan di
Desa Donan dengan menyasar siswa SD Negeri Donan 2, SD Negeri Donan 3, serta
anak-anak PAUD Melati.
Operator administrasi
kependudukan Kecamatan Purwosari berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk
melakukan pendaftaran dan perekaman data secara kolektif. Dengan mekanisme
tersebut, anak dan orang tua tidak perlu datang ke kantor kecamatan untuk
mengurus KIA.
Camat Purwosari Ike Widiyaningrum
mengatakan, layanan jemput bola merupakan upaya menghadirkan pelayanan
administrasi kependudukan yang gratis, mudah, cepat, dan dekat dengan
masyarakat.
“Kecamatan berupaya memberikan
layanan administrasi kependudukan kepada masyarakat secara gratis, mudah dan
cepat. Jemput bola KIA ini selain untuk memberikan hak anak atas data
administrasi kependudukan, juga menjadi bagian dari percepatan layanan,” ujar
Ike dalam keterangan tertulis Pemkab Bojonegoro, Rabu (2/9/2026).
Menurut Ike, cakupan kepemilikan
KIA di Kecamatan Purwosari baru mencapai sekitar 76 persen. Masih terdapat
sekitar 574 anak yang belum memiliki dokumen tersebut.
“Target capaian KIA di Purwosari
masih 76 persen. Masih ada 574 anak yang belum memiliki KIA. Sehingga dengan
adanya jemput bola ini bisa mempermudah dan mempercepat layanan. Hari ini ada
60 KIA yang akan dibagikan,” katanya.
Layanan tersebut mendapat respons
positif dari pemerintah desa dan pihak sekolah. Selain memangkas jarak ke pusat
pelayanan, sistem jemput bola juga memudahkan pengurusan KIA secara kolektif.
Ketua PKK Desa Donan Febty
Nugraha Ningrum mengatakan, layanan tersebut membantu masyarakat, terutama
anak-anak yang tinggal cukup jauh dari pusat pelayanan kecamatan.
Setelah Desa Donan, Kecamatan
Purwosari berencana memperluas layanan jemput bola KIA secara bertahap ke desa
dan sekolah lain di wilayah tersebut.






