Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Lapas Pemuda Madiun Panen 440 Butir Telur Ayam, Tingkatkan Keterampilan dan Mandirinya Warga Binaan

BERKAH News24 — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun kembali membuktikan produktivitas program pembinaannya melalui panen raya hasil budidaya ayam petelur sebanyak 440 butir telur, Kamis (3/9). Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan kemandirian yang produktif dan bernilai ekonomi.

Budidaya tersebut dipusatkan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Pemuda Madiun yang berlokasi di area Brandgang. Saat ini, terdapat sekitar 1.000 ekor ayam indukan berusia 20 minggu yang dirawat secara intensif dan berkala oleh para Warga Binaan dengan pendampingan petugas.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pemuda Madiun, Dwi Saputra, mengungkapkan bahwa keberhasilan panen ini merupakan hasil dari perawatan konsisten yang diterapkan setiap hari.

“Sebanyak 440 butir telur berhasil kami panen hari ini. Hasil ini tentunya tidak lepas dari perawatan rutin, mulai dari pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang, hingga pemantauan kondisi ayam. Kami terus melakukan evaluasi agar produktivitas ternak dapat dipertahankan dan ditingkatkan,” jelas Dwi.

Dwi menambahkan, program ini tidak semata-mata berorientasi pada jumlah produksi, melainkan difokuskan pada pemberian bekal keterampilan teknis di bidang peternakan bagi Warga Binaan sebagai bekal setelah selesai menjalani masa pidana.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mengoptimalkan wadah pembinaan kemandirian yang berdampak langsung bagi para penghuni Lapas.

“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian yang produktif dan memberikan keterampilan nyata kepada Warga Binaan. Budidaya ayam petelur ini menjadi salah satu program yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan, baik dari sisi produktivitas maupun keterampilan yang diperoleh Warga Binaan,” tegas Rudi.

Ia mengimbuhkan, optimalisasi fungsi SAE diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan, tidak hanya dalam mendukung operasional pembinaan tetapi juga membekali Warga Binaan dengan keahlian praktis.

Dampak positif dari program ini dirasakan langsung oleh Warga Binaan. Salah satu peserta program, A, mengaku mendapatkan pembelajaran berharga mengenai kedisiplinan dan tata cara berternak yang baik.

“Kami belajar bagaimana merawat ayam dengan baik, memberikan pakan secara teratur, menjaga kebersihan kandang, dan mengumpulkan telur hasil panen. Kegiatan ini membuat kami lebih disiplin dan mendapatkan pengalaman yang bisa menjadi bekal ketika nanti kembali ke masyarakat,” tuturnya.

close
Pasang Iklan Disini