BERKAH News24 – Pemerintah Kabupaten Madiun terus mendorong fasilitas kesehatan (faskes) milik daerah agar memiliki standar pelayanan yang lebih baik, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, saat memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Semester I Tahun 2026 di Ruang Rapat Eka Kapti, Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun, Caruban, pada Senin (15/9/2026).
Dalam evaluasi ini, Pemkab Madiun menilai berbagai aspek krusial, mulai dari capaian pendapatan BLUD, kualitas layanan, kelengkapan fasilitas, hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM) kesehatan.
"Kita ukur pencapaian pendapatan BLUD, juga kualitas layanan, fasilitas, dan lainnya. Evaluasi ini terus kita lakukan agar BLUD dapat bertransformasi menjadi fasilitas kesehatan yang profesional,” ujar Hari Wuryanto.
Bupati menekankan bahwa Puskesmas dan RSUD di Kabupaten Madiun harus mampu menjadi destinasi layanan kesehatan unggulan, baik dari sisi penanganan medis maupun kualitas pelayanan pasien. Ia menginginkan adanya standardisasi pelayanan yang konsisten dan setara di seluruh unit faskes.
"Kepuasan pasien itu yang harus diutamakan, karena yang kita layani itu adalah manusia, masyarakat. Jadi, saya minta pelayanan di seluruh Puskesmas ataupun RSUD memiliki standar yang baik, sehingga masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan mana pun mendapatkan layanan yang sama," tegasnya.
Lebih lanjut, Hari Wuryanto mengingatkan bahwa indikator utama keberhasilan BLUD terletak pada besarnya manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Petugas kesehatan diminta untuk responsif, menerapkan prosedur yang sederhana, ramah, serta konsisten melakukan evaluasi berkala.
Menutup arahannya, Bupati berharap seluruh BLUD faskes di Kabupaten Madiun mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjaga keberlanjutan finansial, sehingga inovasi dan pengembangan fasilitas kesehatan dapat berjalan secara berkelanjutan.(as/BN24)







