BERKAH News24 – Dalam rangka menekan angka pengangguran secara signifikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) secara resmi menutup Pelatihan Menjahit Upper Sepatu Gelombang 3. Acara ditutup langsung oleh Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, di Aula Balai Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan, Kamis (16/7/2026).
Bersamaan dengan penutupan tersebut, Pemkab Madiun juga meluncurkan inovasi program baru bernama “Selai Pisang Raja” (Selesai Pelatihan Vokasi Langsung Kontrak Kerja). Program ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menjembatani para pencari kerja agar langsung diserap oleh dunia industri setelah lulus pelatihan.
Kepala Disnaker Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, dalam laporannya menjelaskan bahwa pelatihan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026 ini berjalan selama 20 hari sejak dibuka pada 24 Juni lalu. Dari total 150 pendaftar yang masuk, terpilih 50 peserta terbaik yang telah melalui proses seleksi ketat.
Pelatihan berbasis kompetensi ini mengacu pada UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Nomor 8 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kompetensi. Tujuannya adalah untuk mengembangkan keahlian, sikap, serta produktivitas tenaga kerja lokal.
Arik menambahkan, inovasi "Selai Pisang Raja" bukan sekadar jargon. Terbukti, para alumni pelatihan kali ini langsung menandatangani kontrak kerja dengan PT Golden Step Indonesia, sebuah perusahaan manufaktur yang beroperasi di Caruban.
"Kebutuhan dari industri saat ini, khususnya PT Golden Step Indonesia, mencapai 1.000 orang tenaga kerja. Sementara yang baru terpenuhi sekitar 400 orang. Jadi peluangnya masih sangat besar, mereka masih membutuhkan sekitar 600 orang lagi," papar Arik.
Sementara itu, Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, menegaskan komitmennya bersama Bupati Madiun untuk terus mendengarkan aspirasi rakyat sekaligus menghadirkan solusi nyata dalam mengatasi pengangguran, mengentaskan kemiskinan, serta menjamin fasilitas kesehatan dan pendidikan.
Di hadapan para peserta, pria yang akrab disapa Mas Dokter ini memberikan wejangan menyentuh hati agar para pekerja baru tersebut meniatkan pekerjaannya sebagai ibadah demi membawa berkah bagi keluarga. Ia juga mewanti-wanti agar para tenaga kerja menjaga etos kerja dan tidak asal-asalan.
"Upaya ini kami lakukan dengan tulus, karena kalian semua adalah anak-anak saya. Jangan sampai setelah kami upayakan mendapat pekerjaan, nanti di tempat kerja malah asal-asalan. Bersyukurlah atas berapapun pendapatan yang diterima," tegas Wabup.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati berpesan agar para pekerja selalu memprioritaskan keselamatan kerja (K3) dan meminta restu masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan visi daerah.
"Pelatihan unit kompetensi upper sepatu sekaligus penandatanganan kontrak untuk PT Golden Step Indonesia resmi dinyatakan ditutup dan selesai. Saya mewakili Pemkab Madiun dan Pak Bupati minta doanya, supaya bisa terus membawa Kabupaten Madiun yang Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera)," pungkasnya.(as/BN24)











