BERKAH News24 – SMK Ponpes International Millenial Model PGRI 1 Mejayan bersama SMK Aliansi kembali menorehkan capaian gemilang dalam dunia pendidikan vokasi.
Sebanyak 307 alumni secara resmi dilepas untuk berangkat ke Jepang guna bekerja di berbagai sektor industri strategis.
Langkah besar ini menjadi bukti konkret keberhasilan sekolah dalam mencetak lulusan yang mampu menembus pasar kerja internasional sekaligus menjadi strategi nyata dalam memutus rantai kemiskinan.
Kegiatan pelepasan yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati Madiun Hari Wuryanto, Komandan Kodim 0803/Madiun Letkol Inf I Nyoman Adhisaputra, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, serta perwakilan Dinas Pendidikan dan mitra industri.
Kepala SMK Ponpes International Millenial Model PGRI 1 Mejayan, Sampun Hadam, menjelaskan bahwa keberhasilan ini berakar pada penerapan kurikulum yang terintegrasi.
"Pelepasan 307 alumni ini adalah wujud nyata dari pendidikan yang efisien, efektif, bermutu, dan produktif. Kami mengintegrasikan literasi, skill passport, dan life skill education," ujar Sampun Hadam.
Menariknya, sekolah ini menerapkan kebijakan progresif di mana kelulusan ditentukan oleh kecepatan siswa terserap di dunia kerja, kuliah, atau bisnis.
"Meskipun baru bulan Desember, jika murid sudah diterima kerja, kami keluarkan surat keterangan telah menyelesaikan beban studi karena kebutuhan mitra industri. Hasilnya, 100% lulusan kami terserap dengan rincian: 55% bekerja di dalam negeri, 22% pekerja migran (luar negeri), 15% melanjutkan pendidikan, dan 8% berwirausaha," tambahnya.
Lebih lanjut pihaknya juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Direktur SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi atas dukungan dan bantuan yang terus mengalir, yang menjadi motivasi utama sekolah untuk terus berinovasi.
Dukungan senada datang dari pusat. Dr. Arie Wibowo Khurniawan, S.Si., M.Ak., Direktur SMK Kemendikdasmen RI, memberikan apresiasi tinggi melalui sambungan telepon.
Langkah kolaborasi dengan industri dan pihak Imigrasi untuk fasilitasi paspor dinilai sebagai langkah taktis yang patut dicontoh oleh SMK lain di Indonesia.
Sementara itu Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah solusi strategis daerah.
"Ini membuktikan bahwa pendidikan vokasi yang dikelola dengan baik mampu menjadi solusi untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Madiun," tegasnya.
Ditambahkan, SMK Model sudah membantu Pemerintah Daerah dalam rangka menyiapkan tenaga kerja.
"Namun demikian, masih ada beberapa yang belum mendapatkan kesempatan, kita juga fasilitasi melalui Job Fair," tambahnya.
Dari sisi mentalitas, Dandim 0803/Madiun Letkol Inf I Nyoman Adhisaputra menekankan bahwa kedisiplinan dan karakter kuat yang diajarkan di pesantren dan sekolah menjadi kunci sukses para alumni saat beradaptasi di Jepang yang dikenal memiliki etos kerja tinggi.
Keberangkatan ratusan alumni ini juga didukung penuh oleh Kantor Imigrasi Madiun. Arief Adi Prayoga, Kakanim Imigrasi Madiun, menyatakan bahwa sinergi fasilitasi paspor di lingkungan sekolah sangat membantu calon tenaga kerja muda agar berangkat secara prosedural dan aman.
"Program ini bukan hanya tentang pekerjaan, tapi tentang dampak berkelanjutan bagi keluarga dan masyarakat dalam memutus rantai kemiskinan," pungkas Arief.
Dengan capaian ini, SMK Ponpes International Millenial Model PGRI 1 Mejayan semakin memperkokoh posisinya sebagai pionir pendidikan vokasi inovatif yang tidak hanya berorientasi lokal, tetapi sudah mampu berbicara banyak di level global.(as/BN24)













