MADIUN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Madiun menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke-458 tahun 2026 pada Sabtu (18/7/2026).
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, serta para tokoh daerah termasuk Bupati dan Wakil Bupati Madiun periode 2008-2018, H. Muhtarom dan H. Iswanto.
Peringatan hari jadi tahun ini mengusung tema "Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja".
Tema tersebut merefleksikan semangat pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat untuk terus menciptakan inovasi kreatif, mempercepat transformasi layanan berbasis digital, meningkatkan daya saing, serta memperkuat gotong royong demi mewujudkan Kabupaten Madiun yang bersih, sehat, dan sejahtera.
Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Ferry Sudarsono menyatakan harapannya agar kolaborasi antara pihak legislatif dan eksekutif dapat terus berjalan optimal demi mewujudkan cita-cita pembangunan daerah.
“Untuk kolaborasinya dengan DPRD dan Kabupaten Madiun, yang penting bagaimana caranya menyejahterakan Kabupaten Madiun yang baik, bisa semakin sehat dan sejahtera,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Madiun mengajak seluruh hadirin untuk memetik hikmah sejarah dengan meneladani nilai-nilai perjuangan Raden Ronggo Prawirodirjo III, Bupati Madiun ke-16 yang dikenal memiliki keberanian, cinta tanah air, dan keutuhan tinggi dalam melawan kolonialisme. Nilai-nilai historis ini diharapkan menjadi modal bagi masyarakat dalam membangun daerah.
Dalam kesempatan ini, Pemerintah Kabupaten Madiun memaparkan sejumlah capaian kinerja pembangunan yang signifikan sepanjang tahun 2025.
Diantaranya pertumbuhan ekonomi mengalami akselerasi positif mencapai 5,33%, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 4,8%.
Selain itu persentase penduduk miskin turun menjadi 10,40% dari yang sebelumnya 10,63% pada tahun 2024.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM), meningkat menjadi 75,47 (kategori tinggi) dari angka 74,81 pada tahun 2024.
Tingkat kemiskinan terbuka di Kabupaten Madiun juga mengalami penurunan drastis menjadi 3,22% dari sebelumnya 4,34%. Sedangkan Indeks Reformasi Birokrasi melonjak menjadi 87,33 dengan kategori memuaskan.
Selain pencapaian makro ekonomi, Kabupaten Madiun juga sukses mengawal berbagai Program Strategi Nasional.
Per Juli 2026, program Makanan Bergizi Gratis telah menjangkau 152.294 penerima manfaat melalui 56 unit pelayanan operasional. Pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Madiun pun telah mencapai kemajuan 92%. Program penguatan ekonomi desa juga berjalan masif dengan aktifnya 206 unit Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih.
Untuk memeriahkan hari jadi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM lokal, pemerintah daerah juga menggelar rangkaian kegiatan Sepasar ing Madiun (Sepasma) yang tersebar di wilayah selatan (Geger), tengah (Madiun), dan utara (Caruban).
Menariknya, dalam rapat paripurna kali ini, para pejabat mengenakan busana nasional perpaduan warna biru yang khas. Menurut Ketua DPRD, busana tersebut merupakan hasil kompetisi resmi yang kini disetujui sebagai baju khas Kampung Pesilat Kabupaten Madiun.
Senada dengan Ketua DPRD, Bupati Madiun turut menyampaikan apresiasinya atas kemitraan kuat yang terjalin selama ini. Menangapi sejumlah catatan evaluasi dari dewan, Bupati menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan ke depan.
Jadi yang menjalankan pemerintahan Kabupaten Madiun itu adalah Pemkab dan juga Dewan. Kami berharap kolaborasi yang sudah berjalan dengan baik ini kita teruskan. Semuanya muaranya adalah untuk kesejahteraan masyarakat. Semoga di tahun depan bisa lebih maksimal dan lebih baik lagi,” pungkas Bupati Madiun.(as/BN24)












