BERKAH News24 – Bentuk nyata perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terhadap sektor pendidikan kembali ditunjukkan Bupati Madiun, Hari Wuryanto. Hal ini terlihat saat menghadiri acara Haflah Akhirussanah Angkatan XI SMP Tahfidz Ibnu Batutah yang berlangsung di Asrama Haji Madiun, Kamis (18/6/2026).
Bupati Madiun didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Camat, serta jajaran Muspika Sawahan.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala Sekolah SMP Tahfidz Ibnu Batutah, Pancasilawan Prio Hutomo, dan Kepala Pondok, Sugiyarto. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Wakaf LMI (Peradaban Mulia Indonesia), Andri Afianto, serta Wakil Ketua Yayasan LMI, Sugeng Hariadi.
SMP Tahfidz Ibnu Batutah yang berlokasi di Desa Cabean, Kecamatan Sawahan, ini berada di bawah naungan Lembaga Manajemen Infaq (LMI). Sekolah ini memiliki misi mulia dengan mayoritas siswanya berasal dari kalangan anak yatim, piatu, dan kaum dhuafa.
Pada angkatan ke-XI ini, sebanyak 43 santriwan dan santriwati berhasil diwisuda. Prestasi yang membanggakan ditunjukkan dengan keberhasilan 21 santri di antaranya yang telah menuntaskan hafalan Al-Qur'an.
Bupati Madiun menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. “Dari angkatan ini saja, sebanyak 43 santriwan santriwati, 21 diantaranya hafal Al-Quran sampai 30 juz. Ini luar biasa,” ungkapnya.
Bupati pun mendoakan agar seluruh wisudawan menjadi generasi yang berakhlakul karimah, berbakti kepada orang tua serta guru, dan kelak memberikan manfaat bagi agama, nusa, serta bangsa.
Menanggapi harapan pihak yayasan yang ingin mengembangkan jenjang pendidikan hingga SMA/MA, Bupati Madiun menyatakan optimis SMP Tahfidz Ibnu Batutah dapat terus berkembang melihat potensi dan kualitas yang ada saat ini.
Sebagai komitmen mendukung program wajib belajar 13 tahun, Pemkab Madiun terus berupaya memberikan bantuan kepada madrasah diniyah dan SMP swasta di seluruh wilayah Kabupaten Madiun. Meskipun diakui masih bertahap, Bupati menegaskan pentingnya pemerintah hadir untuk mensukseskan pendidikan.
“Termasuk SMP Tahfidz Ibnu Batutah juga mendapatkan bantuan meski belum banyak, karena jumlah lembaga pendidikan cukup banyak. Semoga Kabupaten Madiun betul-betul menjadi kabupaten ‘Bersahaja’ (Bersih, Sehat, dan Sejahtera),” pungkasnya.
Sementara itu, pihak sekolah dan yayasan menekankan agar para santri tetap menjaga hafalan Al-Qur'an mereka dan terus memupuk semangat untuk menebar kebaikan di masa depan.(as/BN24)












