Berkah News24 – Ribuan umat Islam di Kabupaten dan Kota Madiun memadati sepanjang Jalan Diponegoro untuk melaksanakan ibadah Salat Idul Adha 1447 Hijriah dengan khusyuk dan hidmat. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan salat Idul Adha tahun ini adalah Drs Mustakim.

Pelaksanaan Salat Idul Adha yang dipusatkan di kawasan Jalan Diponegoro, Madiun, dimulai tepat pada pukul 06.30 WIB, Rabu (26/05/2026 )

Antusiasme warga terlihat dari saf-saf salat yang panjang higga sekitar jalan protokol. Penunjukan Bapak Mustakim sebagai imam memberikan nuansa kekhusyukan tersendiri bagi para jemaah yang hadir".

Dalam khotbahnya, Bapak Mustakim menyampaikan " Mari kita saling berbagi, baik itu tenaga kita, harta kita, kekayaan kita, pikiran, maupun apa pun yang kita miliki. Melalui aksi nyata ini, kita akan merasakan bahwa hidup ini adalah sebuah kebersamaan untuk membangun kerukunan yang kokoh.

 Beliau menekankan pentingnya menjaga solidaritas sosial, meimpererat tali silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama melalui momen penyembelihan dan Pembagian daging hewan kurban, sesuai dengan makna pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan keikhlasan Nabi Ismail AS.

“Idul Adha bukan sekedar ritual tahunan, melainkan momentum untuk mengikis sifat egois dan meningkatkan kepedulian kita terhadap masyarakat di sekitar kita yang membutuhkan,” ujar Bapak Mustakim dalam menyampaikan khotbahnya.

Untuk mengantisipasi membeludaknya jemaah, pihak panitia bekerja sama dengan aparat keamanan setempat telah melakukan sensitivitas arus lalu lintas di sekitar Jalan Diponegoro. Area parkir darurat dan fasilitas tempat wudhu tambahan juga disediakan di beberapa titik strategis guna mendukung kenyamanan warga selama beribadah.

Kawasan Jalan Diponegoro Madiun memang kerap menjadi salah satu lokasi utama pilihan masyarakat untuk melangsungkan ibadah salat hari raya keagamaan terbuka. Setelah pelaksanaan ibadah salat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah antarwarga serta persiapan prosesi penyembelihan hewan kurban di masjid-masjid dan lingkungan RT/RW masing-masing.(as/BN24)