Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Diduga Masuk Angin dan Terjatuh ke Got, Seorang Tukang Becak Meninggal Dunia di Rumah Sakit

BERKAH News24 – Seorang tukang becak bernama Rahmad Saikon (61), akrab disapa Mamat, mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit setelah ditemukan terjatuh di dalam got samping Hotel Kharisma Madiun dan Kantor PPI dalam posisi tertelungkup pada hari Rabu (27/05/2026)


Korban dievakuasi dalam kondisi kritis setelah sebelumnya sempat mengeluhkan sakit pundak dan gejala masuk angin. Insiden tersebut terjadi pada sore hari sekitar pukul 17.30 WIB.

​Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh rekan sesama tukang becak korban, Mbah Juremi (60). Menurut penuturannya, peristiwa bermula saat mereka sedang beristirahat di pinggir jalan yang biasa menjadi tempat mangkal sehari-hari.

​Sekitar pukul 16.00 WIB, Pak Mamat mengeluh pundaknya terasa sangat pegal (kemeng). Mbah Juremi sempat berinisiatif memijat korban untuk mengurangi rasa sakitnya. Namun, setelah selesai dipijat, korban berpamitan untuk buang air kecil ke arah saluran air sambil memegangi perutnya.

​"Habis saya pijat, dia bilang, 'Mau kencing dulu. Sebentar, aku mau kencing.' Ya sudah, sambil dia memegangi perutnya begitu," ujar Mbah Juremi saat diwawancarai di lokasi kejadian.

​Melihat kondisi rekannya yang kurang sehat, Mbah Juremi memutuskan pergi ke arah utara untuk membelikan obat masuk angin (Antangin). Namun, kecurigaan muncul ketika ia kembali dan tidak mendapati korban di tempat semula setelah sekian lama.

​Saat memeriksa area tempat korban izin buang air kecil, Mbah Juremi terkejut menemukan Pak Mamat sudah dalam posisi tertelungkup di dalam got. Ia mengaku sempat panik dan tidak berani mengubah posisi tubuh korban sebelum bantuan datang.

​"Saya tidak berani mengotak-atik (posisi korban). Sepertinya masuk angin duduk, atau mungkin belum sarapan," tambah lansia asal Mantren tersebut.

​Saat proses evakuasi dilakukan, korban diketahui masih dalam kondisi bernyawa namun sangat lemah. Petugas dan warga segera melarikan korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Sayangnya, setibanya di rumah sakit, pihak tim medis menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia

​Berdasarkan data identitas, korban diketahui kelahiran Sampang, 10 September 1965, dan sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta (tukang becak). Saat ini, barang-barang milik korban telah diamankan, Peristiwa ini juga telah dilaporkan kepada pihak berwenang untuk penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.(as/BN24)






close
Pasang Iklan Disini