BERKAH News24 - Kejuaraan Daerah (Kejurda) Olahraga Selam seluruh Jawa Timur 2026 di Kabupaten Lumajang tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang strategis untuk membangun pembinaan atlet sejak usia dini secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat membuka Kejurda Selam Jawa Timur di Kolam Renang Veteran Lumajang, Provinsi Jawa Timur.
Menurut Indah, kegiatan tersebut diikuti 654 atlet dari 27 kabupaten/kota di Jawa Timur. Kejuaraan olahraga memiliki peran penting dalam membentuk proses pembinaan atlet secara bertahap, mulai dari pencarian bakat, peningkatan kemampuan teknis, hingga pembentukan mental kompetitif atlet muda.
“Kejurda bukan sekadar tempat bertanding atau mencari juara, tetapi menjadi ruang pembinaan atlet agar mampu berkembang secara berjenjang hingga tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.
Indah menilai kompetisi olahraga seperti Kejurda menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan yang sehat. Ajang tersebut memberi ruang bagi atlet muda untuk mengukur kemampuan, membangun disiplin, dan memperkuat pengalaman bertanding sejak dini.
Dalam cabang olahraga selam nomor finswimming, kata dia, potensi atlet muda Jawa Timur cukup besar dan perlu terus didukung melalui kompetisi yang konsisten serta pembinaan berkelanjutan.
“Kami berharap dari kejuaraan ini lahir atlet-atlet berbakat yang nantinya mampu membawa nama daerah dan bangsa di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Indah juga menegaskan, pengembangan olahraga tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, organisasi olahraga, pelatih, sekolah, dan masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mendorong penguatan fasilitas olahraga serta mendukung ruang pembinaan yang dapat menjadi tempat tumbuhnya generasi muda berprestasi.
Sementara itu, Ketua Umum POSSI Jawa Timur, Mirza Muttaqien, menyampaikan tingginya partisipasi atlet dalam Kejurda menunjukkan besarnya potensi olahraga selam di Jawa Timur. Menurutnya, kompetisi daerah menjadi tahapan penting dalam proses regenerasi atlet menuju level yang lebih tinggi.
“Dari kejuaraan seperti ini kita bisa melihat potensi atlet-atlet muda dari berbagai daerah. Pembinaan harus dilakukan terus-menerus agar mereka memiliki kesempatan berkembang hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Mirza juga mengingatkan, olahraga bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga sarana membangun karakter, sportivitas, dan semangat kerja keras generasi muda.











