BERKAH News24 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus memperkuat perannya dalam mendukung transportasi berkelanjutan.
Dengan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang efisien, kereta api terbukti menjadi pilihan moda transportasi yang jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan kendaraan pribadi.
Langkah ini merupakan bagian dari Green Movement Program KAI Group untuk membantu menurunkan emisi karbon nasional secara signifikan.
Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa keunggulan utama kereta api ada pada kapasitas angkutnya yang besar. Hal ini membuat jejak karbon per penumpang menjadi jauh lebih rendah.
Berdasarkan estimasi rata-rata emisi, kereta api hanya menghasilkan sekitar 15-40 gram CO2 per penumpang-kilometer, jauh di bawah mobil pribadi yang mencapai sekitar 120-250 gram CO2 per penumpang-kilometer atau motor (R2) sekitar 50-90 gram CO2 per penumpang –kilometer.
"Dengan kapasitas angkut yang besar, BBM subsidi yang kami kelola mampu memberikan manfaat maksimal bagi lingkungan," ujar Tohari.
Selama tiga bulan pertama tahun 2026, Daop 7 Madiun telah melayani 3.017.881 pelanggan. Jumlah ini menunjukkan efisiensi yang luar biasa. Jika jutaan orang tersebut menggunakan kendaraan pribadi, polusi yang dihasilkan akan jauh lebih tinggi.
Sebagai gambaran, 450 perjalanan kereta jarak jauh di wilayah Daop 7 setara dengan efisiensi penggunaan lebih dari 1 juta perjalanan mobil pribadi atau 2 juta perjalanan motor.
Sementara untuk mendukung target Net Zero Emission 2060, seluruh armada diesel di Daop 7 Madiun kini menggunakan Biosolar B40 (campuran 40% biodiesel).
Bahan bakar ini menghasilkan emisi gas buang yang lebih bersih dan lebih mudah terurai secara alami.
PT. KAI Daop 7 Madiun mengajak masyarakat untuk mulai menjadikan kereta api sebagai pilihan utama, baik untuk perjalanan jarak menengah maupun jauh.
"Selain terbebas dari kemacetan dan lebih tepat waktu, masyarakat yang memilih kereta api secara langsung telah berpartisipasi nyata dalam menurunkan polusi udara," pungkas Tohari.
KAI memastikan bahwa melalui skema Public Service Obligation (PSO), tarif kereta api tetap ekonomis tanpa mengurangi kualitas layanan demi kelestarian bumi.(as/BN24)











