BERKAH News24 - Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Gresik secara resmi mencanangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik, dan menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola data hingga tingkat desa.
Pencanangan dilakukan oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif bersama Kepala BPS Gresik Indriya Purwaningsih, serta disaksikan Sekretaris Daerah Achmad Washil Miftahul Rachman, jajaran kecamatan, pemerintah desa, dan operator desa.
Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan piagam dan komitmen bersama bagi tiga desa sasaran, yakni Desa Manyar Sidomukti, Desa Manyar Sidorukun, dan Desa Manyarejo.
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan, ketersediaan data yang akurat dan berkualitas menjadi fondasi utama dalam perencanaan pembangunan daerah. Data yang valid, menurutnya, akan membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, terutama dalam isu strategis seperti pengentasan kemiskinan dan pengangguran.
“Data yang akurat menjadi kunci utama dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan. Termasuk dalam penguatan tata kelola data DTSEN serta percepatan penanganan kemiskinan dan pengangguran,” ujarnya.
Ia menambahkan, program Desa Cantik merupakan langkah konkret dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa berbasis data yang mutakhir dan dapat dipertanggungjawabkan. Di era digital saat ini, data tidak lagi sekadar angka, tetapi menjadi dasar utama dalam seluruh siklus pembangunan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.
“Dengan data yang baik, pembangunan akan lebih tepat sasaran, kesenjangan antarwilayah dapat ditekan, dan kesejahteraan masyarakat bisa meningkat secara berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPS Gresik Indriya Purwaningsih menyampaikan bahwa program Desa Cantik telah berjalan sejak 2022 dan menunjukkan hasil yang signifikan. Kabupaten Gresik bahkan pernah meraih Desa Cantik Award nasional melalui Desa Gumeng, serta Desa Leran yang masuk empat besar nasional pada 2025.
“Tahun ini kami menetapkan tiga desa sasaran, yaitu Manyarsidorukun, Manyarejo, dan Manyarsidomukti. Pelaksanaannya mengedepankan kolaborasi lintas sektor, termasuk perguruan tinggi, kawasan industri JIIPE, dan perangkat daerah,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi dalam membangun ekosistem data desa, termasuk integrasi dengan sistem informasi dan inovasi digital daerah untuk mempercepat transformasi data statistik di tingkat lokal.
“BPS akan terus melakukan pembinaan secara intensif bersama berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan Dinas Tenaga Kerja, terutama dalam peningkatan kapasitas pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data,” pungkasnya.











