BERKAH News24 - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jawa Timur menggelar audit surveillance implementasi Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) berbasis standar ISO/IEC 27001:2022. Kegiatan yang bertujuan memperkuat sistem keamanan informasi ini berlangsung di ruang Argopura, Kantor Kominfo Jatim, Senin (20/4/2026).
Audit ini juga bertujuan memastikan kesinambungan dan kesesuaian penerapan kontrol keamanan informasi, di tengah meningkatnya ancaman serangan siber yang semakin kompleks.
Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Achmad Fadlil Chusni, menegaskan bahwa persiapan audit telah dilakukan sejak satu bulan sebelumnya, mencakup evaluasi dan perbaikan atas temuan sebelumnya.
“Persiapan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas sistem keamanan secara berkelanjutan. Optimalisasi kontrol keamanan informasi di seluruh unit kerja menjadi fokus utama agar layanan digital pemerintah tetap aman, andal, dan terpercaya,” ujarnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, yaitu Sekertaris Dinas Kominfo, Suharlina Kusumawardhani, Kabid Persandian dan Keamanan Informasi, Achmad Fadlil Chusni, dan Kabid Aplikasi Teknologi Informatika (APTIKA), Gugi A Wicaksono.
Dalam implementasinya, audit ini dilaksanakan selama dua hari mulai, Senin - Selasa (21/4/2026) dengan persiapan yang dilakukan hingga satu bulan sebelumnya. "Persiapan tersebut mencakup evaluasi serta perbaikan atas temuan sebelumnya guna meningkatkan kualitas sistem keamanan secara berkelanjutan,"katanya.
Tak hanya dari sisi sistem, Kominfo Jatim juga mendorong penguatan budaya keamanan informasi di lingkungan kerja, mulai dari pengelolaan kata sandi hingga kepatuhan terhadap prosedur keamanan.
Bahkan Kominfo Jatim juga melakukan pendampingan ke perangkat daerah di lingkungan Pemprov, yang bertujuan untuk memastikan implementasi SMKI berjalan optimal serta mendukung peningkatan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai ancaman siber.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terpenuhi kewajiban audit berkala, teridentifikasinya temuan dan rekomendasi perbaikan, serta tersedianya laporan audit sebagai bahan evaluasi manajemen.
"Tak hanya itu, optimalisasi kontrol keamanan informasi di seluruh unit kerja juga menjadi fokus utama, serta keamanan informasi di lingkungan pemerintahan tetap terjaga dan mampu mendukung layanan digital yang aman, andal, serta terpercaya."pungkasnya
Kegiatan audit ini menghadirkan auditor eksternal CBQA Global (lembaga sertifikasi, audit, dan training terpercaya), Karunia Nurhayati mengatakan dengan diadakannya kegiatan audit yang berlangsung selama dua hari ini, Ia ingin memastikan agar seluruh serangkaian proses dan tata cara implementasinya sudah selaras dengan ISO/IEC 27001:2022.(pca/s)











