BERKAH News24 - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan percepatan penurunan kasus stunting di Kabupaten Bojonegoro tidak boleh sekadar menjadi rutinitas administratif. Namun harus sesuai data akurat dan berdampak nyata.
Penegasan ini disampaikan Bupati saat membuka Forum Pra-Musrenbang Tematik Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026 yang digelar di Ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro, Kamis (26/03/2026).
Bupati Setyo Wahono menekankan tiga poin penting yang menjadi landasan kerja bagi seluruh jajaran perangkat daerah, camat, hingga tenaga medis di lapangan dalam upaya mengurangi stunting. Pertama, seluruh program perencanaan dan pelaksanaan kegiatan harus bertumpu pada data yang akurat. Kedua kualitas air bersih harus menjadi fokus utama.
Bupati menyoroti pentingnya akses air bersih yang sering kali luput dari perhatian utama dalam isu stunting. Ia menceritakan temuan lapangan di daerah pegunungan di mana asupan gizi anak sudah tercukupi melalui sayuran, namun kualitas air tanahnya buruk (TDS di bawah standar). Stunting bukan hanya masalah makanan, tapi juga lingkungan. Masalah air bersih harus menjadi alat ukur penting.
"Saya minta Dinas Lingkungan Hidup dan OPD terkait melakukan intervensi nyata terhadap kualitas air minum masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, poin ketiga, Bupati meminta para pemangku kepentingan untuk tidak memanipulasi data capaian di lapangan. Ia menuntut kejujuran dalam pelaporan agar pemerintah dapat merumuskan langkah perbaikan yang efektif.
"Saya menekankan komitmen bersama. Semuanya harus berbasis data. Jangan sampai ada laporan ABS (Asal Bapak Senang). Kalau ketahuan, akan saya tindak tegas," ungkap Bupati.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro Helmi Elisabeth dalam laporannya menyampaikan bahwa Pra-Musrenbang ini merupakan mandat nasional melalui aksi konvergensi.
Forum ini bertujuan menyelaraskan perencanaan pembangunan daerah agar lebih responsif terhadap isu stunting sebelum dibawa ke tingkat Musrenbang Kabupaten pada 27 Maret 2026.
Kegiatan Pra Musrenbang ini dihadiri oleh wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, jajaran asisten setda, kepala perangkat daerah, camat, perwakilan perguruan tinggi, tokoh agama, serta organisasi masyarakat.
Melalui forum ini, diharapkan lahir program prioritas yang terintegrasi antara aspek kesehatan, sanitasi, ketahanan pangan, hingga perlindungan sosial demi mewujudkan generasi Bojonegoro yang sehat dan membanggakan.[fif/nn]













