BERKAH News24 - Suasana berbeda begitu terasa menyegarkan di alun-alun Bojonegoro pada Minggu pagi (25/01/2026). Di tengah ramainya Car Free Day (CFD) Minggu pagi, ruang publik tersebut tidak hanya dipenuhi aktivitas olahraga dan berburu kuliner. Akan tetapi juga oleh suara gelak tawa anak-anak yang asyik mendengarkan dongeng dan membuka lembar demi lembar buku bacaan.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang dikoordinasikan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bojonegoro, Kampung Mendongeng, serta TK ABA 1 Bojonegoro.
Sinergi ini menghadirkan ruang literasi terbuka yang interaktif dan ramah keluarga, sebagai upaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat sekaligus mendukung pendidikan dasar keluarga sejak usia dini.
Beragam aktivitas literasi meramaikan kegiatan tersebut. Mobil Perpustakaan Keliling menyediakan koleksi buku bacaan yang menarik bagi anak-anak, sesi mendongeng dibawakan oleh anggota DWP dan pegiat Kampung Mendongeng, serta penampilan kreatif siswa-siswi TK ABA 1 yang menambah keceriaan suasana CFD. Kehadiran orang tua yang mendampingi anak-anak turut menciptakan suasana hangat dan edukatif di ruang publik.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bojonegoro, Erick Firdaus, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang terjalin dalam pelaksanaan CFD kali ini. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya CFD Perpustakaan Keliling berkolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bojonegoro.
“Mari kita galakkan membaca dan literasi. Saat ini anak-anak cenderung lebih dekat dengan gawai dibandingkan buku. Melalui kegiatan yang dikemas menyenangkan seperti ini, kami berharap kegemaran membaca kembali tumbuh dan menjadi kebiasaan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan literasi di CFD tidak berhenti sebagai agenda seremonial, namun dapat menjadi rutinitas yang dinanti masyarakat. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, organisasi wanita, sekolah, dan peran aktif orang tua, diharapkan budaya literasi di Kabupaten Bojonegoro semakin menguat.
Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Bojonegoro, Emi Edi Susanto, menegaskan bahwa literasi menjadi kebutuhan penting di tengah tantangan era digital. Menurutnya, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca, tetapi juga sebagai bekal anak dalam menyaring dan memahami informasi sejak usia dini.
“Harapannya, anak-anak generasi muda, khususnya usia TK dan anak usia dini, memiliki pemahaman bahwa literasi sangat diperlukan di era digital. Ibu sebagai pendidik pertama di keluarga diharapkan mampu menjadi teladan. Ketika anak bergerak, orang tua pun ikut terlibat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Emi menjelaskan bahwa DWP Kabupaten Bojonegoro telah merancang lima program literasi ke depan sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung budaya baca. Program tersebut meliputi sosialisasi pentingnya literasi yang berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip, penyediaan pojok baca Dharma Wanita Persatuan, kegiatan review buku oleh anggota DWP, pelatihan literasi keluarga dan pengelolaan kearsipan, serta program literasi berkelanjutan berupa kegiatan mendongeng dan pentas seni TK binaan yang dijadwalkan rutin setiap bulan.
Selain itu, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bojonegoro juga mendorong agar kegiatan kunjungan edukatif ke Dinas Perpustakaan dan Arsip lebih ditingkatkan. Melalui kunjungan tersebut, anak-anak diharapkan dapat mengenal layanan arsip dan perpustakaan secara langsung sebagai bagian dari upaya menanamkan budaya literasi sejak usia dini.
Melalui kegiatan ini, CFD tidak hanya menjadi ruang berolahraga dan bersantai, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama yang menyenangkan. Dari ruang publik, semangat literasi diharapkan tumbuh, mengakar di keluarga, dan menjadi fondasi dalam membentuk generasi Bojonegoro yang cerdas, kritis, dan berkarakter.[zul/nn]













