BERKAH News24 - Pemerintah Kabupaten Madiun menyatakan kesiapannya dalam mengawal serta menjaga swasembada pangan. Sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur, Kabupaten Madiun telah banyak memberikan kontribusi di bidang ketahanan pangan nasional.
Ini disampaikan Bupati Madiun, Hari Wuryanto, usai mengikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo Subianto secara daring, di kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun, Rabu (7/1/2026).
Kata Bupati, saat ini Kabupaten Madiun sudah menjadi salah satu kabupaten atau daerah di Jawa Timur yang sudah mampu mencukupi kebutuhan pangan atau ber-swasembada.
“Kedepan kita akan jaga terus, bersama petani kita tetap swasembada pangan,” ujar Bupati Hari Wuryanto.
Dijelaskan, untuk mencapai swasembada ini diperlukan kerjasama dan berkolaborasi dengan sejumlah pihak, untuk menjaga stok pangan di Kabupaten Madiun.
“Jadi stok sudah cukup. Beberapa waktu lalu kita sampaikan, kita kerja sama dengan bulog juga,” lanjutnya.
Ditambahkan Bupati, untuk saat ini Kabupaten Madiun berada di urutan ke tujuh se Jawa Timur dalam produksi padi.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Ir Soedjiono menjelaskan, tahun 2025 luas area panen padi di Kabupaten Madiun mencapai 94.588,66 hektar, dengan produksi padi 634.507,44 ton. Ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024, dengan luas area panen 87.265 Hektar, dengan produksi padi sebanyak 599.098,37 ton.
“Secara perhitungan kalau untuk konsumsi penduduk di Kabupaten Madiun sudah surplus,” jelasnya.
Sementara Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Kolonel Arm Untoro Haryanto, usai bersama Bupati Madiun, Wakil Bupati Madiun dan Komandan Kodim 0803 Madiun, dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo Subianto secara daring menjelaskan, TNI siap membantu pemerintah dalam rangka menjaga ketahanan pangan, yang menjadi salah satu program prioritas nasional.
“Untuk ketahanan pangan, kita akan mensukseskan semua program dari kementerian Pertanian RI utamanya dalam ramngka untuk ketahanan pangan,” ujarnya usai mengikuti usai mengikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dengan melibatkan seluruh personil, Kolonel Untoro menyampaikan kesiapannya untuk mencapai target yang ditentukan.
“Tahun ini memang belum ditetapkan berapa target. Namun dari kementerian pertanian disampaikan target 2026 akan lebih tinggi dari tahun lalu. Tapi kita siap, berapapun yang ditargetkan kita siap,” lanjutnya.
Dalam hal keterlibatan personil, pihaknya akan memaksimalkan peran Bintara Bina Desa (Babinsa) untuk bersama sama mendukung program ketahanan pangan.
“Dengan melibatkan seluruh personil, khususnya Babinsa
untuk mendanpingi petani dan Babinsa mendampingi bulog untuk menyerap gabah
dari petani. Kita siap mendukung pemerintah daerah, Pak Bupati, dalam rangka
menjadikan madiun sebagai lumbung pangan dan memenuhi kebutuhan pangan di
madiun sendiri,” pungkasnya.(as/BN24)












