Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

SD Negeri Dimong 03, Bersiap untuk Adiwiyata 2026

BERKAH News24 - Menyandang sebagai sekolah Adiwiyata, baik ditingkat kota atau kabupaten, provinsi hingga nasional, merupakan salah satu kebanggaan tersendiri bagi setiap lembaga pendidikan (sekolah).

Sebab dengan menyandang predikat sebagai sekolah Adiwiyata, menunjukan adanya pengakuan bahwa sekolah tersebut telah mampu menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, bersih, dan indah.

Erma Nurdiana, Kepala SDN Dimong 03 Desa Dimong Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun, saat ditemui Senin (03/11/2025)

Tentu dengan kondisi sekolah seperti ini, akan mampu membuat siswa lebih nyaman dalam belajar, hingga memunculkan banyak prestasi yang membanggakan. Salah satunya upaya yang dilakukan untuk meraih predikat Adiwiyata, adalah dengan mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga warga sekolah dapat bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan.

Seperti yang terlihat di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dimong 03, Desa Dimong Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun.

"Kami telah melibatkan semua unsur sekolah, mulai guru, peserta didik dan masyarakat orang tua siswa, dalam menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman bagi anak anak," terang Erma Nurdiana, Kepala SDN Dimong 03, Senin (03/11/2025).

Peran serta orang tua siswa dalam segala bentuk kegiatan putra putrinya di sekolah, menjadi bagian penting untuk kemajuan lembaga sekolah.

"Dorongan dari orang tua siswa itu sangat membantu. Seperti untuk membuat taman sekolah dan berbagai kegiatan lain," lanjutnya.

Dari sisi siswa, pihak sekolah saat ini tengah getol meningkatkan kepedulian siswa untuk turut menjaga lingkungan sekolah.

"Masalah sampah sekolah ini masih secara bertahap kita berupaya untuk penyelesaiannya. Kalau sampah berupa botol atau bungkus jajanan yang besar sudah dimanfaatkan untuk membuat media tanam, ini tinggal yang sampah plastik kecil kecil itu, nanti juga akan kita manfaatkan," tambahnya.

Yang terpenting, tambahnya, bukan hanya pada saat ingin meraih predikat sekolah Adiwiyata, melainkan keberlanjutan pelaksanaan program itu, agar kondisi sekolah tetap nyaman, bersih dan sehat.

"Mulai dari pembiasaan dulu, kalau anak anak sudah terbiasa, misalnya membuang sampah pada tempatnya, dan kebiasaan kebiasaan baik lainnya, ini akan menular sehingga semuanya akan memiliki tanggungjawab untuk menjaga lingkungan sekolah. Harapannya tahun depan kami bisa meraih predikat sebagai sekolah Adiwiyata, dan anak anak bisa lebih nyaman belajarnya," pungkasnya.

Diketahui, keberhasilan pendidikan bukan hanya tanggungjawab sekolah sebagai penyelenggara pendidikan. Lebih dari itu, peran seluruh pihak mulai pemerintah, masyarakat dan seluruh stakeholder sangat diharapkan.(as/BN24)

close
Pasang Iklan Disini