BERKAH News24 - Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, menekankan untuk pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak, untuk mengantisipasi munculnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) saat musim hujan kali ini.
![]() |
| dr. Heri Setyana, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun |
Sebab, PSN dinilai lebih optimal dari pada pengasapan atau fogging.
“Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa. Jentik atau larvanya tidak mati. Tiga atau empat hari kemudian nyamuk baru muncul lagi,” kata dr. Heri Setyana, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, (02/11/2025).
Dijelaskan Heri, fogging justru membuat dampak yang kurang baik. Selain mengganggu pada saat penyemprotan, juga yang dikhawatirkan akan membuat nyamuk kebal dengan obat atau anti nyamuk.
“Di beberapa daerah, ada uji coba yang menunjukkan nyamuk tidak mempan lagi disemprot berbagai jenis obat karena terlalu sering difogging,” jelasnya.
Selain itu, peran aktif masyarakat untuk bersama sama melakukan kegiatan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) harus dilakukan. Diantaranya dengan menjaga kebersihan lingkungan untuk mengantisipasi penyebaran virus demam berdarah.
“Kuncinya bukan di fogging, tapi di perilaku kita menjaga lingkungan. Kalau bersih, nyamuk tidak punya tempat berkembang,” tegasnya.(as/BN24)












