Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Sarasehan BAHANA BERSAHAJA Sidomulyo, Pemkab Madiun Bawa 34 Layanan Publik hingga Dokter Spesialis

BERKAH News24 — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menunjukkan komitmen nyata dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dalam acara sarasehan yang digelar di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi memboyong seluruh Jajaran Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menghadirkan 34 jenis layanan publik secara gratis bagi warga setempat dan sekitarnya.

Kegiatan yang berlangsung di area Lapangan Reksogati Sidomulyo tersebut dihadiri jajaran Forkopimda lengkap mulai dari perwakilan Polres, Kejaksaan Negeri, Kodim, DPRD, Lanud Iswahjudi, BPS, hingga jajaran Muspika dan Kepala Desa se-Kecamatan Sawahan, Selasa malam (13/10/2026).

Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan bahwa kehadiran seluruh jajaran dinas ini bertujuan untuk menyerap aspirasi sekaligus memberikan pelayanan langsung di tempat (on-the-spot) kepada warga.

"Insyaallah besok kita akan menghadirkan 34 pelayanan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Sidomulyo dan sekitarnya. Semua kebutuhan yang diharapkan masyarakat akan hadir di sini," ujar Bupati Hari Wuryanto.

Beberapa fasilitas layanan terpadu yang diboyong ke Desa Sidomulyo meliputi Administrasi Kependudukan (Adduk), pengurusan dan pembaruan KK, KTP elektronik, Akta Kelahiran, dan Kartu Identitas Anak (KIA). Layanan perpanjangan SIM keliling dari Polres Madiun serta konsultasi/layanan perpajakan. Pendidikan dan rehabilitasi sarpras sebagai komitmen perbaikan sarana pendidikan, termasuk rencana revitalisasi SD dan Pustu (Puskesmas Pembantu). Dan pelaksanaan Job Fair Mini dari Dinas Tenaga Kerja untuk memfasilitasi pencarian kerja bagi pemuda daerah.

Selain itu dibidang ekonomi, perizinan, dan bantuan pangan, adanya kemudahan legalitas usaha melalui Dinas Perizinan, dukungan perbankan (Bank Jatim, BPR Daerah, BRI), serta penyaluran bantuan pangan beras dari Bulog untuk lebih dari 300 Kartu Keluarga (KK).

Dibidang Sosial, Peternakan, dan Keluarga Berencana terkait pembaruan data BPJS Kesehatan, pelayanan kesehatan hewan (Keswan), layanan KB, serta kegiatan donor darah bersama PMI.

Selain pelayanan administrasi, program kesehatan gratis menjadi fokus utama. Pemkab Madiun mendukung penuh program pemerintah pusat terkait cek kesehatan gratis, bahkan menetapkan target melampaui capaian nasional.

"Target dari pemerintah pusat untuk pemeriksaan gratis adalah 46%, namun untuk Kabupaten Madiun kita targetkan 70% masyarakat harus sudah diperiksa. Kesehatan dan pendidikan adalah kebutuhan wajib di mana pemerintah harus hadir," tegas Bupati.

Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, memaparkan rinci aspek teknis medis terkait pentingnya deteksi dini kesehatan. Pemeriksaan gratis ini meliputi tekanan darah (hipertensi), gula darah (diabetes), kolesterol, hingga asam urat.

Khusus penanganan Tuberkulosis (TBC), Pemkab Madiun meluncurkan inovasi berupa Mobil Rontgen Keliling untuk mendeteksi potensi penyakit paru-paru secara akurat tanpa hanya mengandalkan tes dahak.

"Di Jawa Timur, Pemkab yang memiliki mobil rontgen sendiri salah satunya adalah Kabupaten Madiun. Jika ada warga yang batuk lebih dari 2 minggu atau berkeringat dingin di malam hari, langsung rontgen. TBC bisa disembuhkan total dan obatnya gratis," terang dr. Purnomo Hadi.

Selain itu, Pemkab Madiun juga menyiagakan dokter-dokter spesialis dari RSUD Dolopo dan RSUD Caruban — mulai dari spesialis penyakit dalam, bedah, mata, hingga spesialis kandungan (Obgyn) — guna melayani warga secara intensif.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati turut mengapresiasi capaian Desa Sidomulyo sebagai Kelurahan/Desa Sehat Mata serta keberhasilannya menekan angka stunting hingga tersisa 7 kasus (sekitar 5%).

Menutup sambutannya, Bupati Hari Wuryanto berpesan agar masyarakat Desa Sidomulyo terus menjaga semangat gotong royong dan kerukunan antarumat beragama yang selama ini telah terjalin dengan baik.

"Kenapa Indonesia bisa bersatu dan tidak terpecah belah? Karena kita punya budaya gotong royong dan Bhinneka Tunggal Ika. Di sini ada yang ke gereja, ada yang ke masjid, kita semua sama-sama Indonesia, yang penting tetap guyub rukun," pungkasnya.

Sarasehan dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif (tanya-jawab) antara warga dengan Bupati, Wakil Bupati, dan para Kepala Dinas untuk mencatat dan menindaklanjuti berbagai usulan pembangunan desa.(as/BN24)

 

close
Pasang Iklan Disini