BERKAH News24 – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Kabupaten Madiun menggelar kegiatan Pasar Murah di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada 13–14 Oktober 2026 ini, digelar sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program Bupati Madiun, yakni Bahana Bersahaja (Bakti Harmoni Madiun Bersih Sehat Sejahtera).
Melalui kegiatan ini, warga setempat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di bawah harga pasar
. Selain pasar murah, Disdagkop UM juga menghadirkan beragam pelayanan terpadu dari setiap bidang dinas, di antaranya bazar produk UMKM, pendampingan Inkubator Bisnis UMKM Bersahaja, penyediaan 1.000 nasi bungkus, Klinik Bisnis Koperasi, hingga pelayanan tera ulang alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya (UTTP) serta penyuluhan Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT).
Plt Sekretaris Disdagkop UM Kabupaten Madiun, Budi Santoso, menyampaikan bahwa pihaknya komitmen penuh mendukung gerakan bersama para pejabat Pemkab Madiun tersebut.
"Alhamdulillah kami selalu mendukung kegiatan gerakan bersama pejabat, program Bupati. Dari dinas kami selalu menyediakan pasar murah khususnya di bidang perdagangan. Untuk bidang-bidang lain mengampu sesuai dengan tugas pokoknya masing-masing, seperti UMKM dengan pasarnya, metrologi ada tera ulang, dan koperasi dengan kegiatan koperasinya," ujar Budi Santoso.
Dalam pelaksanaan pasar murah di Desa Sidomulyo, Disdagkop UM menyiagakan lima komoditas bahan pokok utama, beras 1.500 kg, miyak goreng 1.700 kg, gula pasir 1.700 kg, telur ayam 600 kg, dan bawang putih 280 kg
Budi membeberkan, penjualan bahan pokok dialokasikan dengan memprioritaskan warga Desa Sidomulyo. Antusiasme masyarakat terpantau sangat tinggi sejak hari pertama. Bahkan, saat peninjauan langsung oleh Bupati Madiun, stok beras telah habis terjual, sementara stok komoditas lainnya hampir habis diserbu pembeli.
"Alhamdulillah tidak ada kendala dalam persiapan. Antusias dari masyarakat malah baik sekali, mulai pagi hingga kemarin masyarakat berbondong-bondong datang. Bahkan tadi siang saat dikunjungi Pak Bupati, untuk beras habis sama sekali, sedangkan gula, minyak, telur, dan bawang putih hampir habis," terangnya.
Melalui intervensi harga pasar murah ini, Budi berharap Disdagkop UM Kabupaten Madiun dapat menekan beban pengeluaran masyarakat di tengah tren kenaikan harga bahan pokok.
"Harapannya, karena sekarang harga-harga pada naik, tentu kami berharap bisa membantu masyarakat yang kesulitan membeli komoditas. Dengan terjangkaunya harga bahan pokok ini, kebutuhan harian masyarakat dapat terbantu," pungkasnya.(as/BN24)








