BERKAH News24 – Wakil Bupati Madiun yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Madiun, dr. Purnomo Hadi, menghadiri Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwartir Daerah Jawa Timur tahun 2026, di Lapangan Upacara Rektorat Unesa pada Rabu (2/9/2026).
Peringatan tahun ini mengusung tema "Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas Tahun 2045". Fokus utama kegiatan diarahkan pada modernisasi organisasi, pembentukan karakter, kepedulian sosial, serta penyiapan generasi muda yang tangguh dan mandiri.
Dalam amanatnya, Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pembina, pelatih, pengurus, dan anggota atas pengabdian serta keteladanan yang terus terjaga.
Sektor ketahanan pangan Jawa Timur menunjukkan kinerja yang sangat positif. Berdasarkan data BPS per 2 Februari 2026, sepanjang tahun 2025 luas panen padi di Jawa Timur mencapai sekitar 1,84 juta hektar dengan produksi Gabah Kering Giling (GKP) sebesar 10,44 juta ton—meningkat 12,60% dari tahun sebelumnya. Capaian ini memproyeksikan Jatim sebagai daerah dengan potensi produksi padi tertinggi secara nasional.
Menanggapi potensi tersebut, Pramuka Jatim meluncurkan gerakan nyata lewat program "Satu Gugus Depan, Satu Ketahanan Pangan" yang disinergikan dengan Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan. Selain itu, Pramuka aktif menjalankan aksi sosial melalui renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) serta menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai perguruan tinggi negeri di Jawa Timur.
Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, menyampaikan refleksi mendalam mengenai esensi Gerakan Pramuka bagi pembentukan mental generasi penerus.
"Ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari perjalanan Pramuka. Bahwa hidup bukan sekadar tentang seberapa jauh kita melangkah, tetapi tentang nilai apa yang kita bawa dalam setiap langkah. Tentang kedisiplinan yang membentuk karakter, kebersamaan yang menguatkan, serta pengabdian yang mengajarkan kita untuk memberi tanpa selalu berharap kembali," ujar dr. Purnomo Hadi.
Dijelaskan, usia 65 tahun bukanlah sekadar deretan angka, melainkan rekam jejak panjang generasi yang konsisten menanamkan nilai kebangsaan, kepedulian, dan kemandirian. Menurutnya, kontribusi nyata kepada masyarakat adalah warisan terpenting bagi seorang praja muda karana.
"65 tahun perjalanan Pramuka adalah jejak panjang generasi yang terus menanamkan semangat kebangsaan dan pengabdian kepada sesama. Sebab pada akhirnya, seseorang akan dikenang karena seberapa banyak kebaikan yang ia tinggalkan di sepanjang perjalanan," pungkasnya.(as/BN24)








