BERKAH News24 - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan, TNI Angkatan Laut (TNI AL) terus mengerahkan prajurit dan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk membantu penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Kasal saat memimpin Apel Siaga dalam rangka Hari Jadi ke-81 TNI AL di Dermaga Madura Koarmada II, Surabaya, Kamis (10/9/2026).
Menurut Muhammad Ali, kesiapsiagaan menjadi fokus utama dalam peringatan HUT ke-81 TNI AL tahun ini. Apel digelar secara sederhana tanpa demonstrasi, sementara para prajurit mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) sebagai simbol kesiapan menghadapi kondisi darurat, khususnya bencana alam.
“Bencana alam terjadi di mana-mana dan kita terus mengirimkan unsur-unsur kita, pasukan dan alutsista ke daerah-daerah yang mengalami bencana, baik bencana alam di NTT, di Kalimantan, di Sumatra, karhutla juga kebakarannya hutan,” kata Muhammad Ali.
Ia menyebut, TNI AL terlibat dalam penanganan berbagai bencana, mulai dari gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, hingga banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatera.
Untuk penanganan bencana di NTT, TNI AL sebelumnya mengerahkan hingga lima kapal perang Republik Indonesia (KRI). Namun, seiring masuknya tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi, jumlah KRI yang dikerahkan mulai dikurangi. “Nanti yang akan kita kirim penambahan adalah mungkin pasukan Marinir, Zeni Marinir yang akan membantu program rehabilitasi dan rekonstruksi bencana,” ujarnya.
Sementara itu, dalam penanganan karhutla, prajurit TNI AL di wilayah terdampak tetap dikerahkan hingga kondisi benar-benar dinyatakan padam. Penanganan dilakukan bersama TNI AD, TNI AU, Polri, BNPB, pemerintah daerah, serta masyarakat.
Muhammad Ali menegaskan, pemadaman karhutla, khususnya di kawasan gambut, membutuhkan penanganan berkelanjutan. Meski api di permukaan telah padam, panas di bawah permukaan tanah masih dapat bertahan dan memunculkan asap. “Terus sampai tuntas, sampai padam. Karena ini perintah dari Bapak Presiden. Terutama lahan gambut agak susah, karena di bawahnya tetap panas, asapnya tetap keluar,” tegasnya.
Selain penanganan bencana, Kasal juga menyoroti aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut, menurutnya, turut berdampak terhadap aktivitas penerbangan dari dan menuju Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Ali juga menyampaikan bahwa TNI AL masih mengerahkan unsur kapal perang dan kapal angkatan laut untuk membantu pencarian sejumlah jurnalis yang dilaporkan hilang. Dua KRI, yakni KRI Lepu dan KRI Kerambit, serta sejumlah KAL dari Lanal Banten masih dilibatkan dalam operasi pencarian. “Terus, sampai sekarang masih melaksanakan pencarian,” katanya.
Peringatan HUT ke-81 TNI AL juga diisi berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Di antaranya bakti kesehatan, pembersihan pantai, pembagian sembako, pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pembangunan jembatan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama di wilayah terpencil dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
TNI AL juga bekerja sama dengan Bank Indonesia melalui program Kedaulatan Rupiah dengan mengirimkan uang ke sejumlah pulau terluar. Program tersebut telah dilaksanakan beberapa minggu sebelum puncak peringatan HUT ke-81 TNI AL.
Dalam Apel Siaga tersebut, TNI AL turut menampilkan sejumlah kendaraan taktis dan alutsista, serta tiga KRI sebagai latar belakang pasukan, yakni KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI Prabu Siliwangi-321, dan KRI Brawijaya-320.
Sebanyak tujuh satuan setingkat batalyon mengikuti apel. Kasal juga memberikan penghargaan Bendera Teladan kepada sejumlah satuan dan prajurit berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan dalam pelaksanaan tugas. (hjr)






