BERKAH News24 - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, kembali erupsi pada Selasa (1/9/2026) pukul 04.24 WIB dengan kolom abu teramati sekitar 600 meter di atas puncak. Masyarakat diminta tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak beraktivitas di zona yang direkomendasikan untuk dihindari.
Berdasarkan informasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Geologi, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu mencapai ketinggian sekitar 4.276 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal serta mengarah ke barat daya dan barat. Erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 21 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 49 detik. Gunung Semeru disebut masih berada pada Level III atau Siaga.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengimbau masyarakat tidak panik dan terus mengikuti perkembangan informasi dari lembaga resmi.
“Yang terpenting masyarakat tetap tenang dan waspada. Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujar Isnugroho melalui keterangan pers yang diterima pada Selasa (1/9/2026).
Masyarakat juga diingatkan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi mengenai aktivitas Semeru yang sumbernya belum terverifikasi.
Sesuai rekomendasi yang menjadi acuan penanganan aktivitas Gunung Semeru, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Aktivitas masyarakat juga tidak direkomendasikan dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena terdapat potensi bahaya lontaran batu pijar.
Kewaspadaan turut diperlukan terhadap potensi awan panas guguran, guguran lava, serta lahar di sepanjang sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Semeru.
Wilayah yang perlu mendapat perhatian terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungai yang terhubung dengan aliran tersebut.
BPBD Kabupaten Lumajang bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Semeru dan menyampaikan informasi kepada masyarakat sesuai kondisi terkini.
Masyarakat diminta menjadikan informasi resmi pemerintah, Badan Geologi, PVMBG, dan instansi kebencanaan sebagai rujukan dalam mengambil langkah keselamatan.






