Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Gelar High Level Meeting Tiga Tim Strategis, Pemkab Madiun Perkuat Ekonomi dan Digitalisasi Daerah

BERKAH News24 — Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar High Level Meeting (HLM) gabungan untuk tiga tim strategis: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta Tim Percepatan dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED). 

Mengusung tema “Menjaga Harga, Mendorong Digitalisasi, Bersama Menguatkan Ekonomi Kabupaten Madiun BERSAHAJA”, forum ini berlangsung di Ruang Rapat Eka Kapti, Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan dihadiri langsung oleh Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Deasi Surya Andariningrum, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Pimpinan Bank Jatim Cabang Caruban, Kepala BPS, Pimpinan Cabang Bulog Madiun, serta pemangku kepentingan terkait.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Madiun yang menembus sekitar 7,48 persen merupakan buah dari kolaborasi berkelanjutan. Untuk mempertahankan tren positif tersebut, evaluasi rutin bersama jajaran OPD terus dilakukan.

“Setiap bulan kita lakukan evaluasi dengan teman-teman pimpinan OPD, sehingga kita selalu berkolaborasi bagaimana kita supaya bisa menjaga, baik itu inflasi. Alhamdulillah kita juga bisa jaga dengan baik. Pertumbuhan ekonomi, investasi juga masuk, ini otomatis akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelas Bupati.

Bupati menambahkan bahwa tolok ukur utama dari pertumbuhan ekonomi dan investasi adalah muaranya pada kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan visi-misi pemerintah daerah. 

Terkait komoditas pemicu inflasi seperti cabai, daging, dan ayam, Pemkab Madiun menyiapkan langkah antisipasi. Dinas Pertanian dijadwalkan melakukan kajian khusus guna mengoptimalkan produksi cabai lokal untuk memenuhi kebutuhan daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri, Deasi Surya Andariningrum, menyoroti tantangan cuaca seperti dampak El Nino terhadap sektor pertanian. BI menyarankan implementasi strategi 4K yakni Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, Keterjangkauan harga dan Komunikasi yang efektif.

Langkah ini diperkuat dengan skema Kerja Sama Antardaerah (KAD), optimalisasi stok Bulog, operasi pasar, serta edukasi belanja bijak. Dari sisi digitalisasi (TP2DD), BI mendorong perluasan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKP-PD) dan digitalisasi transaksi guna transparansi keuangan.

Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi menutup dengan menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. 

Menurutnya, kolaborasi antara TPID, TP2DD, dan TP2ED adalah kunci utama dalam menjaga pasokan pangan, efisiensi anggaran, hingga pemberdayaan UMKM dan investasi demi mewujudkan Kabupaten Madiun yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera (BERSAHAJA).(as/BN24)

close
Pasang Iklan Disini