BERKAH News24 – Bupati Madiun, Hari Wuryanto, secara resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) IV tingkat Kabupaten Madiun yang digelar di Alun-alun Reksogati, Caruban, Minggu (6/9/2026).
Pembukaan ajang bergengsi antar-santri ini ditandai secara simbolis dengan pemukulan bedug oleh Bupati.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten Madiun dan menarik perhatian ribuan warga.
Hadir dalam acara tersebut para alim ulama, pimpinan ormas Islam (NU, Muhammadiyah, MUI), Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Mujono, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Madiun, para Kepala Madrasah Diniyah, serta ratusan santri peserta perlombaan.
Bupati H. Hari Wuryanto menegaskan bahwa Porsadin bukan sekadar wadah kompetisi, melainkan sarana silaturahmi sekaligus pembentukan karakter generasi muda.
“Melalui olahraga kita menanamkan nilai sportifitas, disiplin, dan kerja sama. Melalui seni kita menumbuhkan kreativitas, kehalusan budi, serta kecintaan terhadap budaya bangsa. Semua ini sejalan dengan visi Kabupaten Madiun untuk mencetak generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta sehat jasmani dan rohani menuju Madiun yang Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera),” ungkap Bupati.
Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan jajaran DPC FKDT atas terselenggaranya acara ini. Kepada para santri, Bupati berpesan agar selalu mengedepankan nilai persaudaraan di atas segalanya.
“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama, melainkan bagaimana kita belajar berproses dan memperkuat persaudaraan di antara sesama santri. Teruslah belajar dan berbuat baik,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Panitia Porsadin IV, Gus Muhammad Mahbubi, melaporkan bahwa seleksi daerah tahun ini diikuti oleh 6.282 santri dari Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kabupaten Madiun.
Rinciannya, 5.132 santri dari 8 DPAC berpartisipasi dalam defile, dan 650 santri bertanding pada 6 cabang lomba bidang seni, olahraga, serta keagamaan. Perlombaan tersebar di 11 titik lokasi di sekitar Puspemkab Madiun dan GOR Pangeran Timur dengan didampingi 500 pendamping.
Gus Mahbubi memperkirakan total kehadiran di lapangan mencapai 8.000 orang termasuk para wali santri. Ia menegaskan bahwa ajang ini merupakan sarana FKDT dalam membekali santri agar memiliki keberanian dan semangat ber-musabaqah dalam kebaikan (fastabiqul khairat).(as/BN24)







