BERKAH News24 – Kawasan Pawitandirogo (Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, Trenggalek, dan Ponorogo) dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi baru di Jawa Timur melalui sektor ekonomi kreatif (ekraf) dan pariwisata.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat menghadiri acara Sarasehan Pawitandirogo di Kota Madiun, Jumat (21/8/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif RI sebagai tamu kehormatan (guest of honor) serta para bupati se-kawasan Pawitandirogo.
Wakil Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa kontur wilayah Pawitandirogo yang didominasi pegunungan—seperti kawasan Selingkar Wilis dan lereng Gunung Lawu—membuat daerah ini kurang cocok untuk pengembangan perkebunan skala besar maupun industri berat.
Oleh karena itu, strategi penguatan ekonomi harus difokuskan pada sektor berbasis potensi lokal.
"Pariwisata, agroforestri, dan ekonomi kreatif adalah tulang punggung yang penting untuk bisa mengungkit potensi ekonomi di wilayah ini. Kawasan ini dihuni hampir 5 juta penduduk. Jika tersinergi dengan baik, talentanya punya ruang untuk tumbuh dan selaras dengan rencana induk dari Presiden," ujar Emil Dardak.
Menanggapi aktivasi program Desa Kreatif, Emil mengapresiasi inovasi dan semangat keguyuban warga desa.
Menurutnya, fokus pemerintah bukan sekadar alokasi anggaran yang terbatas, melainkan menyediakan platform dan wadah yang tepat bagi para pelaku ekraf lokal.
Melalui wadah tersebut, para pelaku usaha di desa diharapkan dapat meningkatkan pemaparan (exposure) produk ke khalayak luas, memperoleh kemudahan dan bantuan perizinan atau legalitas usaha, dan mengakses peluang pembiayaan serta memperluas kolaborasi lintas sektor.
Sektor ekraf Jawa Timur menunjukkan prestasi luar biasa dengan konsisten menempati peringkat tiga besar nasional di berbagai subsektor utama, seperti kuliner, kriya, hingga aplikasi.
Untuk terus menarik minat investasi dan memperluas pasar, Pemprov Jatim terus membangun ekosistem pendukung, salah satunya lewat penyediaan fasilitas ritel eksklusif seperti gerai Dex (hasil kolaborasi Dekranasda, HIPMI, dan Ciputra World) di Surabaya.
Selain itu, Pemprov Jawa Timur berkomitmen menjawab tantangan spesifik para pekerja lepas (freelancer) atau gig workers di industri kreatif.
Melalui program unggulan Millennial Job Center (MJC), pemerintah daerah mempertemukan talenta digital dengan pelaku UMKM di bawah bimbingan mentor profesional.
"Pekerja ekraf modal utamanya adalah portofolio. Lewat MJC, mereka mengerjakan proyek nyata dan mendapatkan bayaran, bukan sekadar magang biasa. Ini memberi mereka pengalaman portofolio agar siap mencari klien secara mandiri sekaligus membuka akses pembiayaan yang lebih baik," pungkasnya.(as/BN24)






