BERKAH News24 – Pemerintah Kota Madiun terus mematangkan langkah untuk mendorong potensi Ekonomi Kreatif (Ekraf) daerah. Hal tersebut ditegaskan oleh Plt Walikota Madiun, Bagus Panuntun, usai menghadiri acara Sarasehan Pawitandirogo pada Jumat (21/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, apresiasi positif diberikan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif atas berbagai upaya pengembangan Ekraf yang telah berjalan di Kota Madiun.
Plt Walikota Madiun menegaskan bahwa apresiasi ini menjadi pemicu semangat bagi Pemkot untuk terus mengawal para pelaku kreatif dan generasi muda yang perkembangannya semakin pesat.
Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, Pemkot Madiun menargetkan pencapaian sebagai Kota Kreatif pada tahun 2029. Untuk mewujudkan hal itu, Bagus Panuntun menyampaikan bakal segera menindaklanjuti hasil paparan sarasehan melalui diskusi langsung ke Jakarta bersama pihak Kementerian.
"Target untuk Kota Kreatif Madiun itu saya targetkan tahun 2029. Sehingga ini perlu membangun komunikasi, membangun ekosistem, dan menentukan tindak lanjutnya akan seperti apa," ujar Bagus Panuntun.
Ia menambahkan, pembentukan ekosistem kreatif menjadi fokus utama pada tahun 2027 mendatang. Harapannya, seluruh potensi daerah—terutama seni budaya khas seperti pencak silat—dapat dikawal secara berkelanjutan oleh kementerian terkait karena memiliki peluang pasar yang sangat besar.
Menanggapi tiga poin arahan dari Kementerian Ekraf, salah satunya mengenai aktivasi tingkat desa dan kelurahan, Pemkot Madiun dinilai sudah berada di jalur yang selaras melalui pengalokasian anggaran wilayah.
Selain penguatan ekosistem, inovasi berbasis teknologi dan seni visual juga terus diperhatikan. Menanggapi catatan positif terkait pertunjukan *video mapping* pada gelaran Padang Bulan, Pemkot Madiun memastikan program tersebut akan berlanjut dengan sentuhan kreasi baru.
"Ini kan Padang Bulan yang pertama. Nanti akan ada Padang Bulan kedua yang pastinya hadir dengan konsep yang berbeda lagi," pungkasnya.(as/BN24)






