BERKAH News24 - Kreativitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bojonegoro terus berkembang. Salah satunya usaha kue milik Tika di Jalan Diponegoro, Kecamatan Padangan, yang menawarkan beragam jajanan dengan harga terjangkau, yakni Rp1.000 per biji.
Meski dibanderol dengan harga seribuan (Rp 1.000), usaha tersebut mampu memproduksi sekitar 30 ribu hingga 35 ribu kue setiap hari. Seluruh produksi diklaim habis terjual, baik melalui pembelian langsung maupun pesanan dari sejumlah daerah.
Dengan kapasitas produksi tersebut, omzet kotor yang diperoleh dapat mencapai sekitar Rp30 juta hingga Rp35 juta per hari apabila seluruh produk terjual. Angka tersebut merupakan omzet kotor yang masih harus dikurangi berbagai biaya produksi dan operasional.
“Semua kue harganya seribu rupiah. Alhamdulillah, kami produksi 30 sampai 35 ribu jajanan setiap hari dan habis,” kata Tika.
Menariknya, usaha kue tersebut masih tergolong baru. Tika mengatakan, bisnis jajanan seribuan itu baru berjalan sekitar tiga bulan. Namun, tingginya permintaan membuat produksinya terus berkembang. Bahkan, pesanan tidak hanya datang dari wilayah Bojonegoro, tetapi juga dari luar daerah seperti Solo, Yogyakarta, dan Cepu.
Beragam produk jajanan dibuat setiap hari. Mulai dari donat, roti, kukis, brownies, risol hingga berbagai jenis kue lainnya. Meski memiliki jenis dan bentuk yang berbeda, seluruh produk tersebut tetap dijual dengan harga yang sama, yakni Rp1.000 per buah.
Harga terjangkau menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat. Bahkan ketika sejumlah harga bahan baku mengalami kenaikan, Tika memilih untuk tetap mempertahankan harga jual produknya. “Kita jual murah karena kita produksi skala besar,” ujarnya.
Untuk memenuhi permintaan konsumen, proses produksi dilakukan setiap hari dengan dukungan 20 pegawai. Sementara aktivitas penjualan biasanya berlangsung mulai siang hingga malam hari.
Produksi dalam jumlah besar tersebut sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. Dengan tenaga 20 pegawai, usaha kue Tika tidak hanya memenuhi kebutuhan jajanan masyarakat, tetapi juga turut menggerakkan aktivitas ekonomi di Kecamatan Padangan.
Di lokasi usaha, pembeli terlihat berdatangan dan memilih berbagai jenis jajanan yang tersedia. Harga yang terjangkau membuat masyarakat dapat membeli kue dalam jumlah banyak untuk berbagai kebutuhan, mulai dari konsumsi keluarga hingga acara tertentu.
Salah satu pembeli, Rina, mengaku puas berbelanja di tempat tersebut. Menurutnya, harga kue yang ditawarkan relatif lebih murah dibandingkan jajanan serupa yang dijual di kawasan perkotaan.
“Sangat puas beli kue di sini karena semuanya serba seribu. Kalau beli di kota mungkin harganya bisa Rp2 ribu sampai Rp3 ribu. Kalau di sini semuanya harganya seribu,” kata Rina.
Kisah usaha kue seribuan di Padangan tersebut menunjukkan bahwa inovasi, efisiensi produksi, dan keberanian mempertahankan harga terjangkau dapat menjadi strategi bagi pelaku UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mendorong tumbuhnya UMKM melalui penguatan kapasitas usaha, pemasaran, inovasi produk, serta perluasan akses pasar. Perkembangan usaha seperti yang dilakukan Tika diharapkan dapat menjadi contoh bahwa usaha dengan skala produksi besar mampu tumbuh sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. [ai/nn]






