BERKAH News24 — Sebuah bus PO Eka Cepat bernomor polisi S 7856 US jurusan Surabaya–Cilacap ludes terbakar di Jalan Raya Madiun–Surabaya, tepatnya di sekitar lampu lalu lintas Desa Tiron, Kelurahan Nglames, Kecamatan Nglames, Kabupaten Madiun, Sabtu (22/8/2026) siang. Meski seluruh bodi bus hangus, 19 penumpang beserta kru berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Peristiwa bermula sekitar pukul 11.20 WIB saat bus yang dikemudikan Anasrudin melaju dari arah utara menuju selatan. Sejumlah pengguna jalan dan penumpang mulai curiga setelah mencium bau gosong menyengat serta melihat kepulan asap hitam tebal dari kompartemen mesin di bagian belakang bus.
Mendapat peringatan dari warga, sopir segera menepikan kendaraan ke bahu jalan sekitar 4 kilometer dari Gerbang Tol Madiun. Anasrudin bersama kru sempat berupaya memadamkan titik api menggunakan dua tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, saat kap mesin dibuka, kobaran api justru membesar dengan cepat.
"Kondisinya sangat mencekam. Pikiran saya saat itu yang penting menyelamatkan penumpang dulu. Hanya handphone saya yang bisa diamankan," ujar Anasrudin, sopir asal Surabaya tersebut.
Fokus kru langsung dialihkan untuk mengevakuasi seluruh penumpang keluar dari armada. Seluruh penumpang berhasil selamat tanpa ada korban jiwa maupun luka. Namun, barang bawaan penumpang di bagasi seperti koper dan tas, hingga dokumen penting milik armada dan kru, tidak sempat diselamatkan dan ikut hangus terbakar. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.
Proses pemadaman melibatkan tiga unit mobil Damkar Kabupaten Madiun dengan bantuan suplai air dari Damkar Kota Madiun. Api baru berhasil dilokalisasi sekitar 1,5 jam kemudian, tepatnya pukul 13.00 WIB. Insiden ini sempat memicu kepanikan warga, terdengar beberapa kali suara ledakan kecil dari ban bus, serta menyebabkan kemacetan lalu lintas dari kedua arah hingga sepanjang dua kilometer.
Pepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian
untuk proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dugaan awal menyebutkan
kebakaran dipicu oleh korsleting pada sistem kelistrikan bagian mesin belakang.(as/BN24)






