BERKAH News24 — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Madiun melalui Lembaga Seni Budaya dan Olahraga menggelar Wisuda Pawiyatan Panatacara "Surya Sumirat" di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Sabtu (22/8/2026).
Mengusung tema "Dari Madiun untuk Peradaban: Menerangi Zaman dengan Budaya dan Akhlak", acara ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto.
Dalam sambutannya, Bupati Madiun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PD Muhammadiyah yang dinilai aktif mengambil peran dalam pelestarian budaya Jawa, khususnya seni pembawa acara (panatacara).
"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Madiun, saya menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada PD Muhammadiyah Kabupaten Madiun yang turut melestarikan budaya Jawa. Bahasa Jawa adalah bahasa adiluhung yang sarat akan nilai adab dan etika," ujar Hari Wuryanto.
Bupati menegaskan bahwa penggunaan bahasa Jawa mengajarkan tata krama dan penghormatan kepada orang yang lebih tua, sehingga sejalan dengan upaya mencetak generasi muda yang berakhlaqul karimah. Momentum wisuda ini terasa kian istimewa karena bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Bagi wisudawan, Bupati Madiun berpesan agar para wisudawan diharapkan tidak hanya lihai membawakan acara, tetapi juga aktif menyuarakan dan mempromosikan pembangunan Kabupaten Madiun serta bangga akan daerahnya. Menjalankan profesi panatacara secara profesional, terus mengasah kemampuan (ngangsu kawruh), serta menjauhi sifat sombong.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada prosesi wisuda semata, melainkan terus berlanjut ke jenjang pembelajaran yang lebih tinggi.
Acara tersebut turut dihadiri tokoh keagamaan dan organisasi, di antaranya PDM Kabupaten Madiun Imam Nawawi, perwakilan PCNU Kabupaten Madiun KH Ihsan, Ketua Baznas Kabupaten Madiun Gus Sakok, Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga Aji Wawan, serta perwakilan organisasi kewanitaan seperti HARPI Melati, Tiara Kusuma, dan IWAMA.
Pemerintah Kabupaten Madiun berkomitmen untuk terus
mendukung berbagai inisiatif pelestarian budaya lokal di wilayah Madiun.(as/BN24)







