Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Madiun Pacu Sinergi Petani dan Penyuluh Lewat Program Pepes

BERKAH News24 — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun melalui Dinas Pertanian dan Perikanan menggelar kegiatan bertajuk “Sinergisitas Peran Strategis Petani dalam rangka Mendukung Ketahanan Pangan menuju Kabupaten Madiun Bersahaja” di Ruang Rapat Eka Kapti, Pusat Pemerintahan (Puspem) Mejayan, Senin (3/8/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan berdasar pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2025 tentang RPJMD Kabupaten Madiun, khususnya dalam mengimplementasikan Misi Ke-3, yaitu Bersahaja dalam pembangunan ekonomi melalui program unggulan Petani dan Peternak Sejahtera (Pepes).

Hal ini bertujuan mempererat sinergi serta silaturahmi antara Pimpinan Daerah, para pelaku utama (petani), dan pelaku penunjang (Petugas Penyuluh Lapangan/PPL) sebagai garda terdepan pendampingan pertanian.

Selain itu, forum ini menjadi wadah untuk membantu pemerintah mencapai target swasembada pangan, mentransfer teknologi pertanian modern, serta mengevaluasi hambatan dari sektor hulu hingga hilir.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Ndaru Kendaryanto, menyampaikan laporan terkait langkah konkret yang telah berjalan dalam mendukung program perpompaan air bagi lahan pertanian.

“Pada Kamis, 27 Juli 2026 lalu, telah dilaksanakan verifikasi dan pemberkasan di Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian atas proposal usulan irigasi perpompaan di 30 titik yang tersebar di 15 kecamatan,” ungkap Ndaru di hadapan Bupati Madiun.

Ndaru menambahkan bahwa kerja sama lintas sektor sangat krusial agar selaras dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern berorientasi pada kesejahteraan petani.

Sinergi ini juga diharapkan dapat menghadirkan solusi cepat atas berbagai hambatan produksi dan menjaga stabilitas ketersediaan komoditas pangan utama.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lintas sektor, dan masyarakat untuk mewujudkan kedaulatan pangan daerah.

“Pemerintah Kabupaten Madiun menindaklanjuti program strategis nasional melalui misi ketiga Madiun Bersahaja dengan Program Unggulan Petani dan Peternak Sejahtera (Pepes) guna mewujudkan pertanian yang mandiri, berdaya saing, dan menyejahterakan masyarakat,” tegas Bupati Hari Wuryanto.

Guna meningkatkan produktivitas, Bupati menyoroti beberapa langkah strategis diantaranya intervensi bantuan benih bermutu dan pupuk bersubsidi, penyuluhan teknik budidaya yang efisien, perluasan area tanam serta pemanfaatan lahan non-produktif melalui irigasi perpompaan, dan pemanfaatan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) berteknologi baru.

“Bantuan pertanian harus digunakan sesuai keperluan agar target swasembada pangan tercapai, produktivitas meningkat, dan efisiensi biaya produksi dapat terwujud secara optimal,” pesannya.

Bupati Madiun menyampaikan optimistisnya terhadap potensi pertanian Madiun sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Jawa Timur. Saat ini, rata-rata produktivitas padi di Kabupaten Madiun berada di angka 7 ton per hektar.

“Kami berharap produktivitasnya bisa terus ditingkatkan. Saya pernah berkunjung ke beberapa daerah lain yang produktivitasnya bisa mencapai 10 ton per hektar. Insyaallah, Kabupaten Madiun juga bisa menyusul,” harapnya.

Menghadapi potensi ancaman kekeringan, Bupati mengimbau para petani untuk menerapkan manajemen air yang bijak dan terukur.

“Pemanfaatan air harus diefektifkan dan diefisienkan supaya air tidak muspro (sia-sia). Manajemen air saat musim kering sangat kunci,” pungkas Bupati Madiun.

Turut hadir dalam kegiatan ini Bupati Madiun didampingi Wakil Bupati Madiun, Asisten Pemerintahan dan Kesra, para Kepala OPD, jajaran penyuluh pertanian, perwakilan kelompok tani, serta tamu undangan lainnya.(as/BN24)

 

close
Pasang Iklan Disini